ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kualitas Udara Jakarta Semakin Membaik

Senin, 22 Januari 2024 | 08:22 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Fakhruddin | Editor: DIN
Ilustrasi Jakarta.
Ilustrasi Jakarta. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Kualitas udara di Jakarta pada Senin (22/1/2023) pagi semakin membaik, yakni menduduki urutan 70 besar sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Dilansir dari Antara, berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.30 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di Jakarta berada di urutan ke-61 dengan angka 53 atau masuk dalam kategori sedang dengan polusi udara PM2.5 dan nilai konsentrasi 13 mikrogram per meter kubik.

Angka itu memiliki penjelasan tingkat kualitas udaranya masuk kategori sedang, yakni kualitas udaranya yang tidak berpengaruh pada kesehatan manusia ataupun hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.

Sedangkan kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif yakni dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Lalu, kategori baik, yakni tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan ataupun nilai estetika dengan rentang PM2,5 sebesar 0-50.
 

ADVERTISEMENT

Kemudian, kategori sangat tidak sehat dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299 atau kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Terakhir, berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono telah menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 593 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran Udara sebagai kebijakan untuk mempercepat penanganan polusi udara.

Kemudian, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menambah sembilan stasiun pemantauan kualitas udara (SPKU) di wilayahnya sebagai upaya mempercepat penanganan polusi udara pada 2024.

Kehadiran sembilan SPKU baru ini diharapkan bisa memberikan data kualitas udara yang lebih maksimal dan bisa menjadi rujukan utama semua pihak. Lalu, pada 2025 mendatang Pemprov DKI Jakarta menargetkan jumlah SPKU di wilayah Jakarta sebanyak 25 alat.

Agar penerapannya maksimal, penyebaran SPKU di seluruh wilayah Jakarta ini juga didukung dengan regulasi lain yang bisa menaikkan kualitas udara Jakarta, salah satunya melalui zona rendah emisi.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kualitas Udara Jakarta Minggu Pagi Nomor 1 Terburuk di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Minggu Pagi Nomor 1 Terburuk di Dunia

JAKARTA
Suhu Panas Jakarta

Suhu Panas Jakarta

MULTIMEDIA
Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keenam di Dunia Pagi Ini

Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keenam di Dunia Pagi Ini

JAKARTA
BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

BMKG: Musim Kemarau dan Inversi Udara Picu Polusi Jabodetabek

NASIONAL
Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin 13 Oktober 2025 Tidak Sehat

Pakai Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin 13 Oktober 2025 Tidak Sehat

JAKARTA
Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Ketiga di Dunia

Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Ketiga di Dunia

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon