Anies: Pengguna Kendaraan Umum di Jakarta Capai 1 Juta Per Hari
Minggu, 13 Maret 2022 | 19:19 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim pengguna kendaraan umum di Jakarta per Februari 2020 mencapai 1 juta per hari.
Disebutkan Anies, jumlah tersebut terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Disebutkannya, di 2017 jumlah pengguna kendaraan umum di Jakarta hanya mencapai 144 juta per tahunnya. Kemudian di 2019, kembali meningkat 2 kali lipat mencapai 288 juta.
Baca Juga: Jakarta PPKM Level 2, Kapasitas Transportasi Publik 100%
"Dalam waktu 2,5 - 3 tahun jumlah penumpang meningkat 3 kali lipat. Jadi masyarakat kita sudah mulai berpindah ke kendaraan umum karena keterjangkauan," kata Anies, dikutip dari akun Youtube pribadinya, Minggu (13/3/2022).
Anies menjelaskan, kenaikan tersebut disebabkan karena konsep integrasi kendaraan umum di Jakarta yang terjangkau secara jarak, jaga, dan kenyamanan.
"Karena penduduk dimanapun di dunia tidak akan mau pindah ke kendaraan umum jika tidak memberikan kenyamanan dan keterjangkauan," ujarnya.
Anies menyebut, pada 2017 jangkauan kendaraan umum hanya 42%. Di 2019, naik menjadi 82%. Adapun di 2022, Anies menargetkan jangkauan kendaraan umum di Jakarta di atas 95%.
Baca Juga: Anies Ungkap Perubahan Transportasi Publik di Jakarta
Begitu pula terjadi peningkatan rute kendaraan umum Jakarta. Diketahui, 2017 ada 109 rute dan di 2021 sudah terdapat 248 rute. Kemudian, jumlah armada angkutan umum yang semula berjumlah 2.300 kini menjadi 4.100.
"Jadi jangkauan dan jumlah armadanya meningkat hampir 2 kali lipat. Ketika kita lakukan ini secara terintegrasi, maka pengalaman menggunakan kendaraan umum membuat warga memilih untuk meneruskan penggunaan kendaraan umum dan punya dampak umum pada masyarakat sekitarnya," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




