ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lemhannas: Butuh 2 Pemilu Lagi untuk Capai Demokrasi Matang

Rabu, 22 Februari 2023 | 20:12 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Andi Widjajanto.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), Andi Widjajanto. (Beritasatu.com/ Muhammad Aulia/Muhammad Aulia)

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto menyampaikan, Indonesia masih perlu melaksanakan dua kali pemilu demokratik untuk mematangkan demokrasi. Pemilu demokratik pertama terjadi pada 1999, kemudian berlanjut di 2004, 2009, 2014, dan 2019.

"Indonesia membutuhkan tujuh kali pemilu demokratik berturut-turut untuk mematangkan demokrasi. Kalau pemilu demokratik kita yang pertama dianggap tahun 1999, maka pemilu 2019 adalah pemilu demokratik kelima, sehingga kita membutuhkan dua pemilu lagi, 2024 dan 2029 untuk membuat kita menjadi negara demokrasi matang," ungkap Andi Widjajanto dalam acara Forum Komunikasi Gubernur Lemhannas bersama Pemimpin Redaksi Media Massa, di Jakarta, Rabu (22/2/2023).

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto dalam acara Forum Komunikasi Gubernur Lemhannas bersama Pemimpin Redaksi Media Massa, di Jakarta, Rabu, 22 Februari 2023.
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Andi Widjajanto dalam acara Forum Komunikasi Gubernur Lemhannas bersama Pemimpin Redaksi Media Massa, di Jakarta, Rabu, 22 Februari 2023.

Andi menyampaikan, konsolidasi demokrasi akan mengungkit indeks demokrasi Indonesia menjadi lebih baik dengan pelaksanaan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2024 yang dilanjutkan dengan pemilihan kepala daerah di tahun yang sama.

ADVERTISEMENT

Lemhannas sendiri mencatat ada kecenderungan terjadinya regresi atau kemunduran demokrasi di dunia dan itu juga terjadi di Indonesia. Jika melihat indeks yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga kajian seperti Freedom House, Freedom in the World (2022) dan LAB 45 (2022), tren regresi demokrasi terjadi secara global.

Pemantauan 10 tahun terakhir menunjukkan lebih banyak negara mengalami regresi dibandingkan perbaikan kualitas demokrasi. Sementara di Indonesia, regresi demokrasi sudah mulai terlihat sejak 2019.

"Kami meneliti banyak indeks tentang demokrasi, di situ bisa dilihat posisi Indonesia sudah ideal atau belum. Kalau skor demokrasi yang terbaik adalah 5, terburuk adalah 1, Indonesia sedang bergerak dari 3 ke 4. Tetapi dengan catatan, dari tahun 2019 menuju 2023 ini, ada indikasi Indonesia mengalami regresi demokrasi," paparnya.

Andi mengungkapkan, regresi demokrasi di Indonesia muncul karena reside pemilu dengan adanya hoaks dan hate speech atau ujaran kebencian. Fenomena regresi demokrasi ini menurutnya terjadi secara global. Hampir di seluruh dunia, termasuk juga negara-negara demokrasi matang seperti Amerika Serikat dan Eropa Barat.

"Satu hal yang kami kaji adalah bagaimana mencegah regresi terus terjadi, menguatkan arah konsolidasi demokrasi, yang diharapkan daya ungkitnya ada di Pemilu 2024," kata Andi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ziarah ke Makam Bung Karno, Lemhannas Soroti Kondisi Geopolitik

Ziarah ke Makam Bung Karno, Lemhannas Soroti Kondisi Geopolitik

NASIONAL
Retret Ketua DPRD Ditutup, Pusat dan Daerah Siap Selaraskan Kebijakan

Retret Ketua DPRD Ditutup, Pusat dan Daerah Siap Selaraskan Kebijakan

NASIONAL
Retret DPRD, Lemhannas: Kebijakan Daerah Harus Selaras Visi Prabowo

Retret DPRD, Lemhannas: Kebijakan Daerah Harus Selaras Visi Prabowo

NASIONAL
Retret Ketua DPRD di Akmil untuk Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Retret Ketua DPRD di Akmil untuk Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

NASIONAL
Targetkan Sosok Negarawan, Ratusan Ketua DPRD Digembleng di Akmil

Targetkan Sosok Negarawan, Ratusan Ketua DPRD Digembleng di Akmil

NASIONAL
Lemhannas Apresiasi Prabowo Bertemu Putin untuk Cari Solusi Konflik

Lemhannas Apresiasi Prabowo Bertemu Putin untuk Cari Solusi Konflik

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon