Lemhannas Kaji 5 Isu Utama, dari Pembangunan Demokrasi hingga IKN
Rabu, 22 Februari 2023 | 20:25 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang dibentuk tahun 1962 menjalankan tiga fungsi utama, yaitu fungsi pendidikan kepemimpinan nasional, pemantapan nilai-nilai kebangsaan, serta fungsi kajian strategis. Khusus untuk fungsi kajian strategis, ada lima isu yang saat ini menjadi fokus kajian Lemhannas.
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto memaparkan, kajian pertama yang menjadi fokus Lemhanas terkait pembangunan demokrasi. Lemhannas mencatat ada kecenderungan terjadinya regresi atau kemunduran demokrasi di dunia dan itu juga terjadi di Indonesia.
Jika melihat indeks yang dikeluarkan oleh beberapa lembaga kajian seperti Freedom House, Freedom in the World (2022) dan LAB 45 (2022), tren regresi demokrasi terjadi secara global. Pemantauan 10 tahun terakhir menunjukkan lebih banyak negara mengalami regresi dibandingkan perbaikan kualitas demokrasi. Sementara di Indonesia, regresi demokrasi sudah mulai terlihat sejak 2019.
"Kami meneliti banyak indeks tentang demokrasi, di situ bisa dilihat posisi Indonesia sudah ideal atau belum. Kalau skor demokrasi yang terbaik adalah 5, terburuk adalah 1, Indonesia sedang bergerak dari 3 ke 4. Tetapi dengan catatan, dari tahun 2019 menuju 2023 ini, ada indikasi Indonesia mengalami regresi demokrasi," ungkap Andi Widjajanto dalam acara Forum Komunikasi Gubernur Lemhannas bersama Pemimpin Redaksi Media Massa, di Jakarta, Rabu (22/2/2023).
Fokus kajian kedua terkait transformasi digital. Andi menyampaikan, Indonesia sepanjang 2022 secara aktif telah menjalankan upaya transformasi digital, yang tercermin baik dalam kegiatan ekonomi maupun keamanan.
Pada 2023, transformasi digital terus menjadi salah satu area fokus pembangunan nasional. Langkah tersebut ditujukan untuk menjawab berbagai tantangan dalam ekosistem digital. Selanjutnya yang menjadi fokus kajian ketiga terkait transformasi ekonomi biru, keempat terkait transformasi ekonomi hijau.
"Kajian terkait digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru saling berkaitan. Polanya sama, kami melakukan perbandingan, indeks-indeks yang ada digital, hijau, dan biru," terang Andi.
Dari empat indeks global yang diamati yaitu demokrasi, digital, hijau dan biru, Lemhanas menemukan indeks terburuk Indonesia ada di digital, baik dari sisi infrastruktur digital maupun keamanan siber.
"Salah satu yang akan kami kaji untuk 2024 adalah mencari mega projek untuk tiga bidang (digital, hijau, biru) yang bisa secara signifikan melakukan transformasi ekonomi Indonesia menuju 100 tahun Indonesia merdeka," kata Andi.
Fokus kajian berikutnya adalah Ibu Kota Nusantara (IKN). Kajian yang dilakukan terkait ketahanan IKN, dan juga menjadikan IKN bukan sekedar membangun kota baru, tetapi merupakan transisi atau komitmen Indonesia mewujudkan konsep smart city dan green city.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




