ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Sorot Gaya Hidup Hedonisme Anak Pejabat Pajak, Rhenald Kasali: Kalau Mau Flexing Jangan Jadi ASN!

Sabtu, 25 Februari 2023 | 16:36 WIB
VH
R
Penulis: Vinnilya Huanggrio | Editor: RZL
Mario Dandy Satriyo.
Mario Dandy Satriyo. (Instagram/@mariodandyss)

Jakarta, Beritasatu.com - Mario Dandy Satriyo (20), anak pejabat pajak bernama Rafael Alun Trisambodo yang ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penganiayaan Cristalino David Ozora (17) kini menjadi sorotan publik.

Sebelum namanya mencuat atas kasus penganiayaan terhadap David, Mario kerap memamerkan kemewahan alias flexing di akun media sosialnya. Mario Dandy Satriyo disebut suka mengunggah video pendek tentang mobil dan sepeda motor mewah.

Kendaraan mewah itu mulai dari Rubicon hingga Harley Davidson. Menanggapi itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Rhenald Kasali menyebut fenomena flexing oleh anak pejabat pajak ini adalah tindakan yang sangat tidak wajar.

"Flexing sangat tidak wajar, jadi kalau mau flexing jangan menjadi pegawai pemerintah," kata Rhenald Kasali kepada BTV dalam keterangan videonya pada Sabtu (25/2/2023).

ADVERTISEMENT

Rhenald Kasali mengakui kasus ini memang sedang jadi perhatian masyarakat luas di tengah-tengah upaya Ditjen Pajak untuk meningkatkan pendapatan pajak secara nasional. Dikatakan Rhenald, baru saja menteri mengumumkan pendapatan pajak meningkat tetapi kemudian harus mendapatkan realita kasus seperti ini di Indonesia yang melibatkan anak dari pejabat pajak.

Tentu hal ini dapat mengikis kepercayaan masyarakat Tanah Air terhadap pegawai pemerintah, terutama mereka yang bekerja di ranah perpajakan.

"Menurut saya juga tidak wajar, ini menimbulkan rasa tidak puas di masyarakat," ujarnya.

"Kita juga menderita dikejar-kejar orang pajak dan kesel kita, kita sudah bayar tax amnesty sudah memenuhi kewajiban-kewajiban, ada saja yang dicari-cari," lanjutnya.

Menurut Rhenald, solusi atas kejadian tersebut adalah keteladanan. Keteladanan yang harus ditunjukkan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu), tidak hanya Direktorat Jenderal Pajak tetapi juga seluruh pejabat di Kemenkeu.

"Malah harus introspeksi dan memperbaiki diri, kemudian diperiksa," ungkap Rhenald.

Dia juga menuturkan bahwa sudah banyak petugas pajak yang ditangkap karena kasus korupsi. Sayangnya, hal tersebut tidak membuat para oknum tersebut kapok.

Menurut Rhenald, apabila masyarakat ingin dipungut pajak dengan baik, masyarakat juga menuntut agar diberikan kepastian bahwa uang itu tidak disalah gunakan dan benar-benar dipakai untuk kelangsungan pembangunan.

"Saya kira ini tidak bisa dibenarkan, setiap orang tua yang bekerja di kantor pajak hendaknya mendidik juga anaknya dengan baik, ini tuntutan masyarakat," kata Rhenald.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon