ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Gubernur Lemhannas:Sila Ke-4 Jadi Sila Terkuat di Pancasila

Rabu, 24 Mei 2023 | 16:26 WIB
BE
FS
Penulis: Bella Evangelista | Editor: FFS
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto saat kunjungan ke kantor B Universe di Jakarta, Senin, 8 Mei 2023.
Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto saat kunjungan ke kantor B Universe di Jakarta, Senin, 8 Mei 2023. (B Universe Photo/Mohammad Defrizal/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia atau Lemhannas menggelar talkshow bertajuk Gebyar Wawasan Kebangsaan di Aryanusa Ballroom Menara Danareksa, Jakarta, Rabu (24/5/2023). Gebyar Wawasan Kebangsaan ini digelar Lemhannas dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2023.

Dalam talkshow ini, Lemhannas menghadirkan Lemhannas menghadirkan narasumber lintas usia dan latar belakang untuk melihat berbagai perspektif dalam memaknai Pancasila. Sejumlah narasumber itu, yakni Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah; Founder Yayasan Harapan Pemuda Indonesia, Laila Nihayati; dan influencer, Sherly Annavita Rahmi.

Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto mengatakan, indeks sila terkuat dalam Pancasila adalah sila ke-4 jika dibandingkan secara global.

"Paling kuat sila 4. Karena kita berhasil menjalankan lima kali pemilu demokratik sampai 2019. Nanti 2024 pemilu demokratis kita keenam, 2029 pemilu demokratis kita ketujuh. Katanya setelah tujuh kali, Indonesia akan menjadi negara demokrasi matang," ujar Andi Widjajanto dalam sambutannya, Rabu (24/5/2023).

ADVERTISEMENT

Meski menjadi sila terkuat, Andi Widjajanto menyebutkan ada bentuk dari sila ke-4 yang sulit untuk diimplementasikan, yakni kombinasi hikmat dan kebijaksanaan.

Tak hanya tantangan untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bangsa dan negara, ideologi Pancasila itu sendiri, menurut Andi, juga menghadapi tantangan dari sisi geopolitik.

"Kalau kita lihat masing-masing sila, kita bisa melihat apa yang sebetulnya menjadi lawan ideologi dari Pancasila. Dalam sila ke-4, misalnya demokrasi, demokrasi yang kita anut adalah gabungan dari demokrasi politik dan demokrasi ekonomi. Lawan kita adalah sistem yang totalitarian dan demokrasi yang cuma politik," jelas Andi.

Menurut Andi, pemahaman inilah yang ingin ditanamkan dan diingatkan kembali kepada seluruh sendi-sendi di Lemhannas.

"Kami di Lemhannas, hari ini memulai kajian itu, Pancasila dengan geopolitik. Tujuannya agar kita memahami pertarungan nilai ideologi secara geopolitik dan menjadikan Pancasila sebagai dasar serta pondasinya," jelas Andi.

Melalui kegiatan ini, Andi berharap seluruh elemen di Lemhannas dapat turut serta memperkuat transformasi Indonesia menuju negara maju pada 2045.

"Tentunya kami akan bergerak lebih lanjut. Kita perkuat untuk transformasi Indonesia 2045, supaya ideologinya tidak statis, namun dinamis dan mampu memandu kita untuk bergerak menuju 2045. Inilah yang kami upayakan di Lemhannas, dimulai dengan Gebyar Wawasan Kebangsaan ini," kata Andi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ziarah ke Makam Bung Karno, Lemhannas Soroti Kondisi Geopolitik

Ziarah ke Makam Bung Karno, Lemhannas Soroti Kondisi Geopolitik

NASIONAL
Retret Ketua DPRD Ditutup, Pusat dan Daerah Siap Selaraskan Kebijakan

Retret Ketua DPRD Ditutup, Pusat dan Daerah Siap Selaraskan Kebijakan

NASIONAL
Retret DPRD, Lemhannas: Kebijakan Daerah Harus Selaras Visi Prabowo

Retret DPRD, Lemhannas: Kebijakan Daerah Harus Selaras Visi Prabowo

NASIONAL
Retret Ketua DPRD di Akmil untuk Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

Retret Ketua DPRD di Akmil untuk Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah

NASIONAL
Targetkan Sosok Negarawan, Ratusan Ketua DPRD Digembleng di Akmil

Targetkan Sosok Negarawan, Ratusan Ketua DPRD Digembleng di Akmil

NASIONAL
Lemhannas Apresiasi Prabowo Bertemu Putin untuk Cari Solusi Konflik

Lemhannas Apresiasi Prabowo Bertemu Putin untuk Cari Solusi Konflik

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon