ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

ICJR Kritik Kapolda Sulteng Sebut Kasus Pemerkosaan ABG oleh 11 Pria sebagai Persetubuhan

Kamis, 1 Juni 2023 | 21:02 WIB
FS
H
Penulis: Fana F Suparman | Editor: HE
Ilustrasi pelecehan seksual.
Ilustrasi pelecehan seksual. (B1/Muhammad Reza)

ICJR juga menyerukan agar pendidikan gender masuk dan dipahami oleh polisi yang mayoritas laki-laki dan cenderung lekat dengan maskulinitas. Menyalahkan korban apalagi menggali riwayat seksual korban dilarang oleh UU dan memperburuk citra polisi.

"Pendidikan di level kepolisian harus direformasi. Munculnya pernyataan dari kepolisian di level setinggi kapolda menunjukkan adanya masalah dalam pemahaman hukum, hal yang harusnya tidak terjadi di level penyidik. Presiden harus mengambil langkah konkrit dan tegas," katanya.

Diketahui, kasus pemerkosaan ABG oleh 11 pria mulanya ditangani Polres Parimio pada Januari 2023. Saat kejadian, korban masih berusia 15 tahun.

ADVERTISEMENT

Kepada polisi, korban mengaku diperkosa oleh 11 pria. Dari 11 orang tersangka yang disebutkan oleh korban, terdapat tujuh orang yang sudah ditangkap. Dua di antaranya baru ditangkap pada Rabu (31/5/2023). Mereka yang ditahan yakni seorang kepala desa di wilayah Parigi Moutong berinisial HR, seorang guru SD berinisial ARH (40), kemudian AK (47), AR (26), dan MT (36). Sementara yang baru ditangkap yakni FN (22) seorang mahasiswa yang merupakan pacar dari korban, dan inisial KDD (32). Adapun tiga tersangka yang masih buron yakni AW, AS, dan AK.

Selain itu, seorang anggota Brimob Polri yang juga turut disebut korban sebagai pelaku, yakni MKS sudah diamankan di Mako Brimob Sulteng. Namun, MKS belum ditetapkan sebagai tersangka lantaran Polda Sulteng masih membutuhkan satu alat bukti untuk menjeratnya.

Saat konferensi pers di Mapolda Sulteng di Kota Palu, Rabu (31/5/2023), Kapolda Sulteng, Irjen Agus Nugroho menjelaskan bahwa kasus ini bukanlah pemerkosaan namun kasus tindak pidana persetubuhan anak di bawah umur. Hal ini karena dalam kasus ini tidak ada unsur pemaksaan maupun ancaman. Kejadiannya, menurut dia, tidak terjadi bersamaan atau berbeda tempat dan lokasi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon