ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mahfud MD: Jurnalisme Positif Televisi Berperan Jaga Kualitas Demokrasi Tanah Air

Minggu, 8 Oktober 2023 | 08:53 WIB
MA
R
Suasana Sarasehan Nasional Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dengan tema
Suasana Sarasehan Nasional Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) dengan tema "Menumbuhkan Jurnalisme Positif dan Menjaga Kemerdekaan Pers di Era Digital" di Hotel Millenium Jakarta pada Sabtu, 7 Oktober 2023. (Beritasatu.com/Medikantyo Adhikresna)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan, jurnalisme positif dalam pemberitaan melalui siaran televisi membantu kualitas proses demokrasi Indonesia.

Hal itu Mahfud MD dalam sambutan secara virtual pada acara Sarasehan Nasional Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) di Hotel Millenium, Jakarta, Sabtu (7/10/2023). Acara bertajuk "Menumbuhkan Jurnalisme Positif dan Menjaga Kemerdekaan Pers di Era Digital" digelar sebagai bagian perayaan ulang tahun ke-25 IJTI.

Dalam sambutannya, Mahfud menilai kebutuhan masyarakat akan informasi serta berita tepercaya bisa dipenuhi oleh insan pers televisi secara bertanggung jawab.

ADVERTISEMENT

"Pilihan mengembangkan jurnalisme positif merupakan komitmen penting dan strategis yang dibutuhkan masyarakat, terutama melihat peran pers di tengah perkembangan media sosial serta platform digital saat ini," ujar Mahfud.

Ia menambahkan produksi berita yang cepat tanpa mengindahkan etika jurnalistik bisa berdampak negatif pada kehidupan pers dan kualitas demokrasi Tanah Air. Menurutnya, pemerintah masih memandang penting peran insan pers sebagai pilar keempat demokrasi, terutama dalam sentral perkembangan arus informasi di era digital.

Mahfud menekankan masyarakat dari berbagai kalangan masih membutuhkan pemberitaan positif hasil produksi jurnalisme televisi. Aspek solutif serta dorongan untuk hidup secara produktif dinilainya lebih penting ketimbang berita soal konflik atau sensasi dari topik maupun peristiwa besar termasuk kegiatan demokrasi seperti pemilu.

"Survei Litbang Kompas pada Mei 2023 menunjukkan televisi menjadi salah satu rujukan utama masyarakat dalam mendapatkan berita dan informasi mengenai pemilu selain dari platform media sosial," ujarnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Rahmat Bagja memandang pemberitaan atau jurnalisme televisi dapat membantu penyelenggaraan pemilu secara damai. Hal ini dapat terselenggara berkat adanya perhatian dan kesadaran oleh semua pemangku kepentingan pers Tanah Air.

"Kita tentu punya program kerja sama dengan teman-teman melalui konten yang ada. Banyak dari masyarakat melihat tayangan televisi untuk memastikan kebenaran informasi yang mereka peroleh di media sosial," ujar Bagja.

Oleh karena itu, Bagja mengajak jurnalis televisi untuk terus menggaungkan bentuk jurnalisme positif di masa mendatang untuk memerangi beredarnya berita bohong dan hoaks. Khususnya, jelang menghadapi periode dan rangkaian pemilu sebagai bagian dari proses berjalannya demokrasi di Indonesia.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mahfud MD Kenang Juwono sebagai Ilmuwan Pertahanan Kelas Dunia

Mahfud MD Kenang Juwono sebagai Ilmuwan Pertahanan Kelas Dunia

NASIONAL
Mahfud MD Jadi Khatib Idulfitri di Al-Azhar, Ini Jadwalnya

Mahfud MD Jadi Khatib Idulfitri di Al-Azhar, Ini Jadwalnya

JAKARTA
KPK Jawab Mahfud MD Soal Penetapan Yaqut Jadi Tersangka

KPK Jawab Mahfud MD Soal Penetapan Yaqut Jadi Tersangka

NASIONAL
Mahfud MD Kritik Penetapan Tersangka Gus Yaqut

Mahfud MD Kritik Penetapan Tersangka Gus Yaqut

NASIONAL
Yusril: Parliamentary Threshold Tak Perlu Ada Lagi

Yusril: Parliamentary Threshold Tak Perlu Ada Lagi

NASIONAL
Tarawih di Istiqlal, Abdul Mu'ti hingga Mahfud MD Jadi Penceramah

Tarawih di Istiqlal, Abdul Mu'ti hingga Mahfud MD Jadi Penceramah

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon