ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Skor Indeks HAM Tahun Ini Turun 0,1%, Stagnan Dibandingkan 2019

Minggu, 10 Desember 2023 | 17:59 WIB
MH
IC
Penulis: Mita Amalia Hapsari | Editor: CAH
Peneliti hukum dan Konstitusi Setara Institute, Sayyidatul Insiyah.
Peneliti hukum dan Konstitusi Setara Institute, Sayyidatul Insiyah. (Beritasatu.com/Mita Amalia Hapsari)

Jakarta, Beritasatu.com - Setara Institute dan International NGO Forum on Indonesia Development (INFID) merilis skor Indeks Hak Asasi Manusia (HAM) tahun 2023 yang turun 0,1% dibandingkan tahun lalu menjadi 3,2%. 

Peneliti hukum dan konstitusi Setara Institute, Sayyidatul Insiyah mengatakan skor ini masih di bawah angka moderat 3,5.

“Skor pemerintah setiap tahunnya cenderung fluktuatif, meskipun Indeks HAM pada 2019 berada di angka yang sama atau stagnan di angka 3,2. Sedangkan pada 2020 skor hanya mencapai 2,9, kemudian pada 2021 skor naik ke 3,0, dan peningkatan terjadi pada 2022 dengan skor 3,3,” tutur Sayyidatul Insiyah  di Jakarta, Minggu (10/12/2023) 

ADVERTISEMENT

Dia mengatakan, skor 3,2 didapatkan dengan mayoritas kontribusi dari pemenuhan hak ekonomi, sosial, dan budaya (ekosob). 

"Dibandingkan variabel hak sipil politik (sipol), kita bisa memotret dengan berbagai peristiwa, seperti pengkerdilan ruang-ruang sipil. Kemudian memengaruhi pencapaian terkait dengan hak sipol," tutur dia. 

Ia mengatakan terkait dengan hak ekosob para peniliti melihat hak atas tanah yang skornya sangat turun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. 

"Ada beberapa hal yang kita apresiasi, bagaimana dari cara kerja pemerintah untuk mencoba melakukan pemenuhan secara progresif terkait dengan hak ekosob. Di tahun ini kita melihat hak atas tanah yang kalau dibandingkan dengan beberapa tahun lalu itu sangat menurun. Di tahun ini bahkan angkanya tidak mencapai 2 yaitu 1,9. Jadi hak yang paling rendah di antara hak pemenuhan ekosob lainnya," jelas dia. 

Lebih lanjut, dari 6 indikator hak sipol, ia melihat indikator kebebasan berekspresi dan berpendapat itu juga selalu di bawah skor 2. 

"Ketika kita bandingkan dengan bagaimana akhir periode pertama dari Presiden Jokowi itu yang hanya mencapai 1,9, tidak pernah mencapai 2. Angka itu kemudian selalu turun secara terus menurun pada tahun ini. Hasil penelitian kami menemukan bahwa skor untuk berekspresi dan berpendapat hanya berada pada 1,3 dan itu sangat jauh dengan perbandingan dengan hak-hak sub indikator lainnya," pungkas dia. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus

Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras kepada Andrie Yunus

MULTIMEDIA
Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus

Aksi Solidaritas untuk Andrie Yunus

MULTIMEDIA
Komnas HAM Cari Bukti Baru Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Komnas HAM Cari Bukti Baru Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

NASIONAL
DPR Minta TNI-Polri Sinergi Tangani Kasus Andrie Yunus

DPR Minta TNI-Polri Sinergi Tangani Kasus Andrie Yunus

NASIONAL
Catatan Akhir Tahun HAM Indonesia Versi Amnesty International

Catatan Akhir Tahun HAM Indonesia Versi Amnesty International

NASIONAL
Wakapolri: Polri Terbuka pada Kritik demi Pelayanan Lebih Baik

Wakapolri: Polri Terbuka pada Kritik demi Pelayanan Lebih Baik

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon