ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hadiri Kongres Hikmahbudhi, Jokowi Tegaskan Potensi Demografi dan Tantangan Indonesia

Kamis, 28 Maret 2024 | 19:27 WIB
FE
MF
Penulis: Fito Akhmad Erlangga | Editor: DIN
Joko Widodo.
Joko Widodo. (Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menegaskan tekad Indonesia untuk memanfaatkan puncak bonus demografi pada 2045. Menurutnya, Indonesia memiliki kesempatan yang harus dimanfaatkan dengan baik karena 68% penduduknya berada dalam rentang usia produktif.

"Sudah sering saya sampaikan bahwa Indonesia, negara kita ini memiliki peluang besar, memiliki potensi besar untuk menjadi negara maju saat puncak bonus demografi di tahun 2045, saat itu kesempatan kita," ungkap Jokowi saat menghadiri pembukaan Kongres Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) XII Tahun 2024 di Mercure Convention Center, Jakarta, pada Kamis, 28 Maret 2024.

Lebih jauh, Jokowi membandingkan situasi di sejumlah negara yang gagal memanfaatkan momentum bonus demografi. Namun, Jokowi menekankan bahwa Indonesia memiliki potensi untuk meraih kesuksesan untuk menjadi negara maju melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

ADVERTISEMENT

"Kita juga ingin seperti itu, ingin menjadi negara maju. Melihat yang gagal dan melihat yang berhasil, kenapa gagal dan kenapa berhasil. Dan kita harapkan Indonesia Emas betul-betul terjadi di 2045 yang akan datang," ungkapnya.

Jokowi juga menekankan pentingnya konsistensi dan stabilitas politik dalam memanfaatkan momentum tersebut dan menyentuh pada tantangan-tantangan, seperti hilirisasi yang dihadapi Indonesia. Meski ditentang oleh lembaga internasional, menurut Jokowi, upaya tersebut harus tetap berlanjut demi membangun industri nasional.

"Saya yakin kita mungkin akan kalah lagi, tetapi industrinya sudah jadi. Kita undur-undur enggak apa-apa mundur, industri nikel sudah jadi, industri EV baterai sudah jadi, industri mobil listrik sudah jadi, karena memang membangun sebuah industri, membangun sebuah manufacturing itu membutuhkan waktu," lanjutnya.

Jokowi menjelaskan upaya Indonesia yang telah meningkatkan nilai tambah dan penerimaan negara melalui industri, seperti nikel dan Freeport, yang kini mayoritas sahamnya dimiliki oleh Indonesia.

"Jangan ada bayangan di sini Freeport itu (milik) Amerika, sudah Indonesia. Sebentar lagi akan kita tambah menjadi 61 persen, dan pendapatan Freeport 70 persen masuk ke negara, 70 persen. Begitu naik lagi menjadi 61 persen nantinya, 80 persen akan masuk ke negara," paparnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyoroti tantangan yang dihadapi oleh Indonesia, termasuk disrupsi teknologi, rivalitas geopolitik, perubahan iklim, dan potensi krisis ekonomi global. Namun, Presiden menyatakan optimisme bahwa dengan konsistensi, ketahanan politik, dan komitmen terhadap inovasi, Indonesia dapat mencapai tujuannya.

"Saya menaruh harapan besar kepada generasi muda kepada mahasiswa Buddhis Indonesia pada himpunan mahasiswa yang berorientasi kepada kebangsaan, yang selalu menjaga persatuan, yang selalu menjaga Pancasila, yang selalu menjaga NKRI, karena itu adalah kunci kekompakkan ini akan membawa negara kita melompat menjadi negara maju," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi tampak didampingi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Ketua Umum Presidium Pusat Hikmahbudhi, Wiryawan, dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

PP Tunas Dinilai Selamatkan Bonus Demografi Indonesia

PP Tunas Dinilai Selamatkan Bonus Demografi Indonesia

NASIONAL
Nezar Patria: Indonesia Perlu SDM Teknologi Hadapi Bonus Demografi

Nezar Patria: Indonesia Perlu SDM Teknologi Hadapi Bonus Demografi

OTOTEKNO
Bonus Demografi Indonesia di Puncak, Ekonom: Potensi Belum Maksimal

Bonus Demografi Indonesia di Puncak, Ekonom: Potensi Belum Maksimal

EKONOMI
1 Juta Sarjana Nganggur, Pemerintah Genjot Pelatihan Digital

1 Juta Sarjana Nganggur, Pemerintah Genjot Pelatihan Digital

NASIONAL
Menko Pratikno Minta Puncak Bonus Demografi Dimanfaatkan Maksimal

Menko Pratikno Minta Puncak Bonus Demografi Dimanfaatkan Maksimal

EKONOMI
Job Fair Bekasi Membeludak, Rieke Diah Pitaloka: Miris dan Prihatin

Job Fair Bekasi Membeludak, Rieke Diah Pitaloka: Miris dan Prihatin

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon