Rampung Diperiksa KPK, Hasto: Nyaman dan Tidak Kedinginan
Selasa, 20 Agustus 2024 | 15:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (HK) rampung menjalani pemeriksaan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (20/8/2024). Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi di lingkungan Ditjen Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Seusai pemeriksaan, Hasto mengaku tim penyidik KPK mengajukan 21 pertanyaan kepadanya terkait kasus tersebut. Dia pun mengaku merasa nyaman dalam menjalani pemeriksaan kali ini.
“Ada sekitar 21 pertanyaan termasuk biodata yang membutuhkan waktu sekitar 35 menit untuk mengisi biodata tersebut. Kemudian suasananya sangat nyaman, penyidiknya Pak Alfred sangat baik, dan saya tidak kedinginan karena ruangannya sudah lebih hangat, mendapatkan kopi, dan juga makan siang gado-gado cemara, sehingga sangat baik,” kata Hasto seusai pemeriksaan di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/8/2024).
Hasto pun menerangkan, materi pemeriksaan dirinya kali ini seputar perkenalannya dengan eks Direktur Prasarana pada DJKA Kemenhub Harno Trimadi. Diketahui, Harno menjalani proses hukum karena tersandung kasus dugaan korupsi di lingkungan DJKA. Hasto mengaku tak ingat soal pernah atau tidaknya dirinya berjumpa dengan Harno.
“Sekitar 21 pertanyaan yang diberikan kepada saya tersebut berkaitan apakah saya kenal baik dengan salah satu yang ditetapkan tersangka saudara Harno. Saya berikan keterangan bahwa saya tidak memiliki handphone yang bersangkutan, tidak pernah melakukan komunikasi secara intens. Kalau terkait dengan apakah bertemu atau tidak ya saya kurang ingat karena sebagai sekjen saya bertemu dengan begitu banyak orang,” ujar Hasto.
Hasto menyebut, tim penyidik KPK mendalami keterangannya soal alasan nomor handphone-nya ada di Harno. Kemudian juga terkait ada atau tidak dirinya mengeluarkan perintah terkait pengurusan proyek tertentu.
“Prinsipnya salah satunya mengapa nomor telepon saya itu ada di tempat Pak Harno yang di kemudian hari itu menjadi tersangka. Lalu apakah saya mengeluarkan perintah-perintah bertemu terkait dengan urusan proyek-proyek tertentu, saya katakan bahwa saya tidak melakukan hal tersebut, sehingga seluruh klarifikasi sudah diberikan dengan baik dan juga tidak ada terkait dengan urusan dana disampaikan ke partai,” ujar Hasto.
Hasto pun mengeklaim tidak ada keterkaitan dengan urusan dugaan dana ke partai politik. Dia menyebut pemeriksaannya kali ini hanya seputar komunikasi yang dilakukannya.
“Tidak ada, kalau hal tersebut tidak ada. Lebih kepada komunikasi, dalam komunikasi tersebut Pak Harno mau diatur pertemuan dengan saya dan kemudian nomor handphone saya dikirim,” ucap Hasto.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




