Hasto Kristiyanto: Politik Harus Jadi Strategi Kebudayaan
Senin, 16 Februari 2026 | 18:41 WIB
Yogyakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya politik sebagai strategi kebudayaan dalam rangkaian kunjungannya ke Yogyakarta, Senin (16/2/2026). Pesan tersebut disampaikan seusai aksi lingkungan bertajuk “Merawat Pertiwi” di kawasan Embung Giwangan, Kota Yogyakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Hasto didampingi Ketua DPD PDIP DIY Nuryadi, Ketua DPC PDIP Kota Yogyakarta Eko Suwanto, serta Wali Kota Yogyakarta dr Hasto Wardoyo. Mereka bersama jajaran pengurus partai melakukan penanaman berbagai bibit pohon, mulai dari pohon kepel, flora identitas DIY, hingga tabebuya dan aneka pohon buah.
Dalam arahannya, Hasto menyampaikan pidato yang mengaitkan politik dengan falsafah Jawa. Ia mengutip kisah Subali yang memperoleh “Aji Pancasona” berkat kecintaannya terhadap bumi.
"Aji Pancasona itu kekuatannya berasal dari bumi. Pesan moralnya jelas, jika kita merawat bumi, bumi akan menghidupi kita. Namun, jika kita mengkhianatinya, bumi bisa membelah dan menciptakan kesengsaraan," ujar Hasto Kristiyanto di Yogyakarta, Senin (16/2/2026).
Menurutnya, gerakan menanam pohon bukan sekadar seremoni politik, melainkan bagian dari strategi kebudayaan partai. Ia menyebut langkah tersebut sebagai upaya melawan ego kapitalisme yang kerap mengeksploitasi alam demi kepentingan elektoral jangka pendek.
Dalam kesempatan itu, Hasto juga membagikan kebiasaan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam menjaga lingkungan. Ia menuturkan bahwa Megawati kerap mengumpulkan biji buah dari setiap rapat untuk disemai kembali, serta memanfaatkan sisa air kopi sebagai pupuk organik.
"Ibu Mega mengajarkan hal-hal fundamental. Bahkan botol plastik bekas tidak dibuang, tetapi dijadikan wadah pembenihan. Ini yang harus dicontoh kader di Yogyakarta, terutama dalam menangani masalah sampah di kota ini," tambah Hasto.
Hasto juga memberikan instruksi kepada wali kota Yogyakarta untuk memperkuat tata kelola sampah, termasuk pemanfaatan teknologi bakteri pengurai agar sungai-sungai di Yogyakarta terbebas dari limbah plastik.
Ia menekankan, kader PDIP sejati adalah mereka yang memiliki kepedulian nyata terhadap lingkungan, termasuk hal sederhana seperti memungut sampah plastik yang ditemui di jalan.
Aksi tanam pohon tersebut menjadi pembuka sebelum agenda utama Public Lecture Series 002 bertajuk “Spirit of Humanity and Human Solidarity: Pendidikan, Keadilan, dan Hak Generasi.” Diskusi publik ini dijadwalkan menghadirkan sejumlah tokoh, seperti Rocky Gerung dan Rimawan P, dengan Aryo Seno Bagaskoro sebagai pembawa acara.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa politik tidak hanya berbicara soal kekuasaan, tetapi juga tentang tanggung jawab moral, kebudayaan, dan keberlanjutan lingkungan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




