ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kembali Dipercaya Jabat Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Kejar Percepatan 3 Program Presiden Prabowo

Senin, 21 Oktober 2024 | 17:07 WIB
RA
SL
Penulis: Roy Adriansyah | Editor: LES
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (Beritasatu.com/Chandra Adi Nurwidya)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin (BGS) mengatakan, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, ia fokus mengejar percepatan tiga program, yakni skrining kesehatan, pembangunan rumah sakit di daerah-daerah, serta penanganan tuberkulosis.

Ditemui di Jakarta, Senin (21/10/2024), Budi Gunadi menyebutkan bahwa yang terpenting bagi Kemenkes adalah menjaga agar masyarakat tetap sehat, bukan hanya mengobati orang sakit. Sehingga, tindakan promotif dan preventif seperti skrining yang rutin jauh lebih penting dibandingkan kuratif.

"Kita harus mengurus puskesmas, posyandu, bukan hanya mengurus rumah sakit-rumah sakit. Semua tenaga kesehatan, bidan, perawat, dokter-dokter umum yang di puskesmas, harus mendapat perhatian yang lebih banyak," katanya.

ADVERTISEMENT

Hal itu, kata Budi, karena tenaga kesehatan puskesmas dan posyandu adalah yang tugasnya menjaga agar masyarakat tidak sakit.

Program yang kedua, katanya, adalah membangun rumah sakit terutama di daerah tertinggal, terluar, dan kepulauan. Tujuannya agar masyarakat yang tinggal di sana, bisa mendapatkan akses kesehatan yang sama dengan masyarakat di perkotaan.

Terkait hal ini, pihaknya mengidentifikasi 40 wilayah dengan pembangunan rumah sakit perlu disegerakan.

"Yang nomor tiga, presiden juga titip supaya tuberkulosis ditangani dengan lebih cepat. Ini penyakit menular yang kematiannya paling banyak di dunia. Jauh di atas Covid-19. Itu sudah 1 miliar orang meninggal sejak 100 tahun yang lalu. Penyakit ini enggak hilang-hilang di Indonesia," ungkap Menkes.

Budi menyebutkan, Kemenkes menargetkan pada 2028 akhir vaksin TBC sudah selesai, dan 2029 sudah bisa disediakan untuk publik.

Selain ketiga itu, dia menyebutkan bahwa Presiden Prabowo memintanya untuk memastikan ketersediaan dokter dan dokter spesialis untuk melengkapi rumah sakit.

"Kita bikin puskesmas 10.000, 50 persennya enggak ada dokter gigi, padahal harusnya ada. Itu yang beliau minta supaya diakselerasi," dia menuturkan.

Sebelumnya, Budi Gunadi Sadikin menjabat sebagai Menteri Kesehatan di Kabinet Indonesia Maju pada 2020-2024, ditemani Dante Saksono Harbuwono sebagai wakil. Budi dan Dante kembali ditunjuk jadi menkes dan wamenkes dalam Kabinet Merah Putih untuk 2024-2029.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenkes Siapkan Sanksi Terkait Kasus Kematian Dokter Internship

Kemenkes Siapkan Sanksi Terkait Kasus Kematian Dokter Internship

NASIONAL
Menkes Budi Gandeng China Perkuat Teknologi AI dan Penanganan TB di RI

Menkes Budi Gandeng China Perkuat Teknologi AI dan Penanganan TB di RI

LIFESTYLE
3.000 Nakes Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rumah

3.000 Nakes Terdampak Bencana di Sumatera Dapat Bantuan Rumah

NASIONAL
Duduk Perkara Dokter Jantung Anak Piprim Klaim Dipecat Menkes

Duduk Perkara Dokter Jantung Anak Piprim Klaim Dipecat Menkes

LIFESTYLE
Menkes Tinjau Puskesmas Darurat di Aceh Tenggara

Menkes Tinjau Puskesmas Darurat di Aceh Tenggara

NASIONAL
Menkes Minta Warga Lapor RS yang Tolak BPJS PBI

Menkes Minta Warga Lapor RS yang Tolak BPJS PBI

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon