ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

PBNU Ingatkan Hari Santri Nasional Tak Ditunggangi Kepentingan Politik

Selasa, 22 Oktober 2024 | 07:09 WIB
MP
AD
Penulis: Maria Gabrielle Putrinda | Editor: AD
Ketua Umum (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin 21 Oktober 2024.
Ketua Umum (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin 21 Oktober 2024. (Beritasatu.com/Maria Gabrielle Putrinda)

Jakarta, Beritasatu.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan agar peringatan Hari Santri Nasional tidak ditunggangi oleh kepentingan politik, seperti pemilihan kepala daerah (pilkada). Diketahui, Hari Santri Nasional diperingati setiap tanggal 22 Oktober.

Ketua Umum (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, pihaknya telah menerbitkan surat edaran untuk pengurus wilayah maupun pengurus cabang Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia.

"Di dalam surat edaran itu juga kami peringatkan agar jangan sampai membiarkan peringatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan oleh NU itu ditumpangi dengan kepentingan-kepentingan apa pun terkait pilkada yang sebentar lagi akan dilaksanakan," ujar Yahya Cholil Staquf di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (21/10/2024) malam.

ADVERTISEMENT

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, PBNU menggelar istigasah kubra di Plaza PBNU, Senin (21/10/2024) malam. Mengusung tema "Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan" acara berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional dilanjutkan dengan upacara peringatan yang digelar pada Selasa (22/10/2024) pukul 06.00 WIB.

"Kita akan selenggarakan upacara sederhana di sini. Diikuti oleh perwakilan dari badan-badan otonom Nahdlatul Ulama dan organisasi, seperti Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat, IPNU, dan IPPNU, bersama jajaran pengurus besar Nahdlatul Ulama," katanya.

Pihaknya pun meminta kepada jajaran kepengurusan NU di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan doa bersama atau istigasah. Kemudian juga upacara peringatan bersama para kader NU dan kegiatan pelayanan sosial.

"Apakah itu berupa layanan kesehatan maupun kegiatan-kegiatan yang terkait dengan lembaga zakat, infak, dan sedekah Nahdlatul Ulama di berbagai daerah, untuk menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama harus hadir untuk melayani masyarakat, hadir untuk bersama-sama (dengan) masyarakat mengupayakan kemaslahatan bersama," pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo: Santri dan Ulama Berperan Penting dalam Kemerdekaan Indonesia

Prabowo: Santri dan Ulama Berperan Penting dalam Kemerdekaan Indonesia

NASIONAL
Puan: Pembentukan Ditjen Pesantren Harus Tingkatkan Mutu Santri

Puan: Pembentukan Ditjen Pesantren Harus Tingkatkan Mutu Santri

NASIONAL
PBNU Ajak Santri Kawal Masa Depan Indonesia lewat Ilmu dan Etika

PBNU Ajak Santri Kawal Masa Depan Indonesia lewat Ilmu dan Etika

NASIONAL
Tradisi Murak Nasi Liwet Meriahkan Hari Santri Nasional 2025 di Lebak

Tradisi Murak Nasi Liwet Meriahkan Hari Santri Nasional 2025 di Lebak

BANTEN
50 Twibbon Hari Santri Nasional 2025 Terbaru, Rayakan dengan Bangga!

50 Twibbon Hari Santri Nasional 2025 Terbaru, Rayakan dengan Bangga!

NASIONAL
50 Ucapan Hari Santri Nasional 2025 Penuh Makna dan Semangat Juang

50 Ucapan Hari Santri Nasional 2025 Penuh Makna dan Semangat Juang

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon