Temui Jokowi di Solo, Silfester Matutina Ungkap Bahas Framing Jahat OCCRP
Jumat, 3 Januari 2025 | 17:48 WIB
Solo, Beritasatu.com - Wakil Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Silfester Matutina menemui Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya di Jalan Kutai Utara, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (3/1/2025).
Seusai pertemuan empat mata, Ketua Relawan Solidaritas Merah Putih itu memaparkan salah satu isu yang dibahas adalah framing-framing jahat yang bisa mengadu domba bangsa.
“Pertemuan kali ini kangen-kangenan dengan Pak Jokowi, kemudian bicara yang ringan-ringan saja. Saya juga melaporkan ke Pak Jokowi bahwa ada pihak-pihak yang ingin bermain dan menghancurkan kita, mengadu domba bangsa contohnya NGO (non-governmental organization) atau LSM OCCRP kemarin dengan nominasinya,” ujarnya kepada awak media.
Ia mengatakan, lembaga tersebut tidak melakukan investigasi atau menemukan bukti-bukti data valid mengenai yang dituduhkan ke Jokowi sebagai tokoh terkorup.
“Seperti gugatan MK soal pilpres dari 01 dan 03 juga tidak memberikan bukti-bukti jelas dan valid. Fakta hukum juga tidak ada. Makanya mereka kalah. Seperti ini (OCRRP) investigasi tidak ada sama sekali, mereka bukan lembaga resmi dunia, tetapi hanya semacam NGO. Mereka mengambil data itu dari survei Google form. Jadi lucu sekali ini. Jadi kembali lagi, saya rasa jangan sampai terkecoh diadu domba,” tandasnya.
Silfester juga menyebut, framing jahat lainnya yang juga membawa-bawa nama Jokowi dari salah satu petinggi partai politik (parpol) hanya kepanikan orang yang sudah menjadi tersangka.
“Menurut saya yang panik itu orang yang sudah menjadi tersangka korupsi. Iya kan, orang yang ingin mengaburkan fakta-fakta hukum, yang sudah jadi tersangka, mereka panik dan kemudian menyangkutkan dengan Pak Jokowi,” kata dia.
Hal itu, lanjutnya, berkebalikan dengan Jokowi yang tidak terpengaruh dengan serangan-serangan yang ditujukan kepadanya. Hal ini terlihat dari mantan wali kota Solo itu yang sangat menikmati masa pensiun di kediamannya.
“Tadi saat saya sampaikan framing jahat, bapak (Jokowi) sendiri hanya ketawa-ketawa saja. Bapak bilang bahwa, Mas saya sudah biasa dari dahulu memang sering difitnah, jadi saya happy-happy saja. Pak Jokowi baik-baik saja," kata dia.
Dia mengatakan, Jokowi sudah mencapai puncak karier dengan memenangkan empat kali pemilihan, dari wali kota, gubernur, dan dua kali presiden. "Kemudian beliau meng-endorse Pak Prabowo dan Mas Gibran juga menang, banyak juga teman-teman kepala daerah yang jadi. Jadi beliau sendiri sekarang happy bersama masyarakat, jadi beliau tidak terpengaruh,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




