ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Bersihkan Sampah Plastik di 6 Sungai Jawa-Bali

Minggu, 19 Januari 2025 | 11:41 WIB
SH
IC
Penulis: Sopian Hadi | Editor: CAH
Kgiatan bersih-bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu 19 Januari 2025.
Kgiatan bersih-bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu 19 Januari 2025. (Antara/Antara)

Bali, Beritasatu.com - Pemerintah saat ini tengah fokus menangani masalah sampah plastik yang berasal dari empat sungai di Pulau Jawa dan dua sungai di Bali, yang akhirnya bermuara ke laut dan mencemari sejumlah pantai di Pulau Dewata.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyatakan Sungai Ciliwung menyumbang sekitar 20-30% dari total sampah yang masuk ke laut.

“Sungai Ciliwung menjadi penyumbang utama karena melintasi wilayah perkotaan padat penduduk, termasuk Provinsi Jawa Barat dan Jakarta. Selain Ciliwung, ada pula tiga sungai besar lainnya di Jawa yang menjadi kontributor, yaitu Sungai Citarum, Sungai Bengawan Solo, dan Sungai Brantas,” tutur Hanif Faisol saat menghadiri kegiatan bersih-bersih sampah laut di Pantai Kedonganan, Kabupaten Badung, Bali, pada Minggu (19/1/2025).

ADVERTISEMENT

Di Bali, aliran sampah plastik berasal dari dua sungai utama, yakni Tukad Badung dan Tukad Mati. "Kedua sungai ini memiliki panjang sekitar 20 dan 22 kilometer," jelasnya.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah merencanakan pemasangan jaring penangkap sampah di sejumlah sungai. Sampah yang terperangkap di jaring tersebut akan diambil agar tidak sampai ke laut. Program ini melibatkan kerja sama dengan Badan PBB untuk Program Pembangunan (UNDP) serta didukung oleh negara seperti Norwegia dan Uni Emirat Arab (UEA).

"Pemerintah UEA telah memberikan bantuan berupa alat penangkap sampah (trash boom), yang akan dipasang di 14 lokasi sungai di Bali," tambahnya.

Hanif menegaskan bahwa tahun ini, permasalahan sampah di Tukad Badung dan Tukad Mati harus diselesaikan. "Kami memiliki sumber daya manusia, tim, dan dana yang memadai, sehingga tidak boleh ada lagi sampah atau pencemaran di kedua sungai ini," ujarnya.

Kegiatan bersih-bersih sampah laut ini kembali digelar oleh para menteri Kabinet Merah Putih setelah sebelumnya diadakan pada Sabtu (4/1/2025) di Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Sampah plastik hingga saat ini masih banyak ditemukan di sejumlah pantai wisata, seperti Jimbaran, Kelan, dan Kedonganan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BRIN Uji Petasol, Bahan Bakar dari Sampah Plastik dan Padi Biosalin

BRIN Uji Petasol, Bahan Bakar dari Sampah Plastik dan Padi Biosalin

EKONOMI
Picu Ribuan Ton Limbah Plastik, Big 4 K-Pop Dituding Greenwashing

Picu Ribuan Ton Limbah Plastik, Big 4 K-Pop Dituding Greenwashing

LIFESTYLE
Sampah Plastik 37 Juta Ton, Mahasiswa Didorong Cari Solusi

Sampah Plastik 37 Juta Ton, Mahasiswa Didorong Cari Solusi

NASIONAL
Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

NASIONAL
Atasi Hujan Mikroplastik, TPS3R Kembali Diaktifkan

Atasi Hujan Mikroplastik, TPS3R Kembali Diaktifkan

JAKARTA
Bikin Heboh Jakarta, Apa Dampak Air Hujan Mikroplastik ke Kesehatan?

Bikin Heboh Jakarta, Apa Dampak Air Hujan Mikroplastik ke Kesehatan?

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon