ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dapat Dukungan Internasional, Menko Airlangga Tegaskan Komitmen Indonesia Atasi Sampah Plastik

Jumat, 14 Februari 2025 | 23:55 WIB
YP
IC
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: CAH
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saksikan penandatanganan perjanjian pendanaan proyek pengelolaan sampah antara Clean Rivers dan Project STOP di Dubai, Rabu12 Februari 2025.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saksikan penandatanganan perjanjian pendanaan proyek pengelolaan sampah antara Clean Rivers dan Project STOP di Dubai, Rabu12 Februari 2025. (Istimewa/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi komitmen internasional dalam rangka mengatasi persoalan lingkungan khusus sampah plastik di Indonesia.

Hal tersebut ditegaskan Airlangga setelah sebelumnya turut menyaksikan penandatanganan perjanjian pendanaan proyek pengelolaan sampah antara Clean Rivers dan Project STOP di sela-sela acara World Governments Summit 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

Menurut Airlangga, proyek tersebut merupakan langkah maju yang sangat penting dalam upaya Indonesia untuk mengurangi sampah plastik, khususnya di perairan Indonesia. 

ADVERTISEMENT

"Kerja sama ini tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga masyarakat dan sektor swasta, yang semuanya memiliki peran penting dalam menciptakan solusi jangka panjang bagi tantangan lingkungan kita," ujar Airlangga kepada wartawan, Jumat (14/2/2025).

Airlangga mengatakan penandatanganan perjanjian pendanaan antara Clean Rivers dan Project STOP merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) mengenai penanganan kebocoran sampah plastik ke laut di Indonesia yang telah. MoU tersebut ditandatangani pada 23 April 2024 lalu.

"Penandatanganan perjanjian pendanaan tersebut menandai komitmen bersama dalam pengelolaan sampah plastik, khususnya untuk mengurangi kebocoran sampah ke laut di Indonesia," tandas Airlangga.

Diketahui, Project STOP adalah inisiatif yang fokus pada pengelolaan sampah plastik dengan pendekatan yang berbasis pada pencegahan kebocoran sampah ke lingkungan, khususnya ke laut. Dalam proyek ini, UNDP dan Clean Rivers bekerja sama untuk menghadirkan solusi inovatif yang melibatkan komunitas lokal dan kolaborasi antar sektor.

Proyek ini adalah inisiatif yang didanai oleh UNDP dan Clean Rivers dengan total bantuan sebesar USD 4,5 juta, yang akan dilaksanakan selama dua tahun, sampai dengan 31 Juli 2027. Melalui proyek ini, diharapkan akan tercipta solusi nyata dalam pengelolaan sampah plastik, khususnya di Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur.

"Dengan adanya komitmen tersebut, Indonesia terus memperkuat upaya mengatasi permasalahan sampah plastik, yang menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan, sekaligus berperan aktif dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan," pungkas Airlangga.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BRIN Uji Petasol, Bahan Bakar dari Sampah Plastik dan Padi Biosalin

BRIN Uji Petasol, Bahan Bakar dari Sampah Plastik dan Padi Biosalin

EKONOMI
Picu Ribuan Ton Limbah Plastik, Big 4 K-Pop Dituding Greenwashing

Picu Ribuan Ton Limbah Plastik, Big 4 K-Pop Dituding Greenwashing

LIFESTYLE
Sampah Plastik 37 Juta Ton, Mahasiswa Didorong Cari Solusi

Sampah Plastik 37 Juta Ton, Mahasiswa Didorong Cari Solusi

NASIONAL
Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

Sampah hingga Limbah, Ini Deretan Masalah yang Kini Dihadapi KLH

NASIONAL
Atasi Hujan Mikroplastik, TPS3R Kembali Diaktifkan

Atasi Hujan Mikroplastik, TPS3R Kembali Diaktifkan

JAKARTA
Bikin Heboh Jakarta, Apa Dampak Air Hujan Mikroplastik ke Kesehatan?

Bikin Heboh Jakarta, Apa Dampak Air Hujan Mikroplastik ke Kesehatan?

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon