ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Keluarga Korban Kasus TNI Tembak Polisi di Lampung Cari Keadilan

Selasa, 25 Maret 2025 | 14:38 WIB
GA
AD
Penulis: Ghandy Armansyah | Editor: AD
Keluarga Kapolsek Negara Batin AKP Lusiyanto, korban TNI tembak polisi dalam penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, tak terbendung saat menghadiri konferensi pers yang digelar tim pengacara Hotman Paris Hutapea di Jakarta Selasa 25 Maret 2025).
Keluarga Kapolsek Negara Batin AKP Lusiyanto, korban TNI tembak polisi dalam penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, tak terbendung saat menghadiri konferensi pers yang digelar tim pengacara Hotman Paris Hutapea di Jakarta Selasa 25 Maret 2025). (Beritasatu.com/Gandhi Armansyah)

Jakarta, Beritasatu.com - Isak tangis keluarga Kapolsek Negara Batin AKP Lusiyanto, korban TNI tembak polisi dalam penggerebekan judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, tak terbendung saat menghadiri konferensi pers yang digelar tim pengacara Hotman Paris Hutapea di Jakarta Selasa (25/3/2035). 

Mereka mempertanyakan lambannya penanganan kasus yang merenggut nyawa orang tercinta. Parwati, kakak kandung almarhum, mengungkapkan bahwa ia pertama kali mendapat kabar penembakan setelah berbuka puasa pada Senin petang.

"Pada hari Senin, setelah saya berbuka puasa, saya mendengar kabar pertama bahwa adik saya belum meninggal. Namun, pada kabar kedua, saya diberitahu bahwa ia gugur di tempat kejadian," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Kepergian Lusiyanto, korban TNI tembak polisi meninggalkan luka mendalam bagi Parwati. Ia merasa kehilangan bukan hanya seorang adik, tetapi juga sosok yang dianggap sebagai pengganti almarhumah ibu mereka.

Duka keluarga korban penembakan di arena judi sabung ayam semakin bertambah karena hingga sembilan hari setelah kejadian, belum ada oknum TNI yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami sudah menunggu sembilan hari, tetapi belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Kami bingung, ke mana harus mencari keadilan? Adik saya mengabdi sebagai polisi, sudah viral bahwa ia hidup sederhana. Namun, setelah gugur saat bertugas di bulan suci Ramadan, justru muncul berbagai fitnah," kata Parwati.

Ia pun meminta bantuan kepada Hotman Paris Hutapea untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan para pelaku diadili dengan seadil-adilnya.

"Tolong, Pak, saya menuntut keadilan untuk adik saya. Saya ingin para pelaku dihukum setimpal karena nyawa adik saya sudah tiada," tutupnya terkait peristiwa TNI tembak polisi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Peltu Yun Herry Lubis Divonis 3,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

Peltu Yun Herry Lubis Divonis 3,5 Tahun Penjara dan Dipecat dari TNI

NASIONAL
Kopda Bazarsah, TNI Penembak 3 Polisi di Lampung Dituntut Hukuman Mati

Kopda Bazarsah, TNI Penembak 3 Polisi di Lampung Dituntut Hukuman Mati

SUMATERA SELATAN
Tembak 3 Polisi, Kopda Bazarsah Didakwa Lakukan Pembunuhan Berencana

Tembak 3 Polisi, Kopda Bazarsah Didakwa Lakukan Pembunuhan Berencana

SUMATERA SELATAN
2 Anggota TNI Penembak 3 Polisi di Lampung Jalani Sidang Perdana

2 Anggota TNI Penembak 3 Polisi di Lampung Jalani Sidang Perdana

NASIONAL
Sidang Kasus TNI Tembak Mati 3 Polisi di Lampung Digelar 11 Juni 2025

Sidang Kasus TNI Tembak Mati 3 Polisi di Lampung Digelar 11 Juni 2025

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon