ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menag Terapkan Murur dan Tanazul pada Haji 2025

Sabtu, 19 April 2025 | 15:49 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Menag Nasaruddin Umar
Menag Nasaruddin Umar (Kemenag)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengumumkan skema murur dan tanazul secara resmi akan diterapkan dalam penyelenggaraan ibadah haji 2025, khususnya untuk meningkatkan kenyamanan dan efisiensi bagi jamaah lanjut usia dan disabilitas.

“Tahun ini kita perkenalkan secara resmi. Kita melakukan apa yang disebut dengan murur dan juga tanazul,” ujar Menag saat menghadiri acara Bimbingan Manasik Haji Nasional di Asrama Haji, Jakarta Timur, Sabtu (19/4/2025) dikutip dari Antara.

Apa Itu Murur dan Tanazul?

Murur merupakan skema pergerakan jamaah haji dari Arafah yang langsung melintasi Muzdalifah tanpa turun, untuk kemudian menuju Mina. Prosedur ini bertujuan mempersingkat waktu dan mempermudah mobilisasi, terutama bagi jamaah prioritas. Skema ini telah diuji coba secara sistematis pada haji 2024 dan terbukti efektif mempercepat proses pergerakan dari Muzdalifah ke Mina.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, tanazul memberikan opsi kepada jemaah agar tidak wajib menginap di tenda Mina jika lokasi hotel mereka lebih dekat dari lokasi kemah.

"Kalau ke hotel, hanya satu sampai 1,5 kilometer. Lebih nyaman juga untuk istirahat dibandingkan tidur di tenda," jelas Nasaruddin.

Namun demikian, tidak semua jemaah akan mengikuti skema ini. Pemerintah hanya mengalokasikan skema tanazul untuk sekitar 40.000 hingga 50.000 jemaah, yang diprioritaskan untuk lansia dan penyandang disabilitas.

Menag menegaskan pelayanan ibadah haji 2025 akan terus ditingkatkan dari berbagai aspek, termasuk makanan, akomodasi, hingga transportasi.

Dari segi katering, Kementerian Agama berupaya menyesuaikan menu makanan dengan selera jemaah Indonesia.

“Kami belajar dari kekurangan tahun lalu. Mudah-mudahan pelayanan makanan tahun ini jauh lebih baik,” katanya.

Terkait transportasi darat, menag menyebutkan ada sejumlah opsi strategis dalam penyediaan bus antar-jemput jamaah, termasuk antisipasi terhadap hotel yang jaraknya lebih dari 4 kilometer dari Masjidil Haram.

“Memang ada hotel yang sedikit jauh, tetapi masih di bawah 4,5 kilometer. Semua sudah kami antisipasi,” tambahnya.

Sementara itu, untuk transportasi udara, ia memastikan maskapai yang digunakan telah memenuhi standar internasional, baik dari sisi keselamatan maupun kenyamanan jemaah. “Kami hanya bekerja sama dengan maskapai yang memiliki sertifikasi dan kualitas terbaik secara internasional untuk ibadah haji 2025,” tandasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenhaj Perketat Cegah Haji Nonprosedural, 80 WNI Batal Berangkat

Kemenhaj Perketat Cegah Haji Nonprosedural, 80 WNI Batal Berangkat

NASIONAL
Asrama Haji Sukolilo Heboh, Jemaah Demensia Berontak Ingin Pulang

Asrama Haji Sukolilo Heboh, Jemaah Demensia Berontak Ingin Pulang

JAWA TIMUR
Kemenhaj dan Arab Saudi Rutin Bertemu Bahas Kesiapan Haji 2026

Kemenhaj dan Arab Saudi Rutin Bertemu Bahas Kesiapan Haji 2026

NASIONAL
Mekkah Punya Wajah Baru yang Siap Menampung 900.000 Jemaah

Mekkah Punya Wajah Baru yang Siap Menampung 900.000 Jemaah

INTERNASIONAL
Temui Jaksa Agung, Menhaj Minta Pendampingan Cegah Korupsi Haji

Temui Jaksa Agung, Menhaj Minta Pendampingan Cegah Korupsi Haji

NASIONAL
Menag: Kepuasan Jemaah Haji 2025 Meningkat Dibandingkan Tahun Lalu

Menag: Kepuasan Jemaah Haji 2025 Meningkat Dibandingkan Tahun Lalu

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon