DPR Panggil TNI Seusai Ledakan Amunisi Tewaskan 13 Orang di Garut
Rabu, 14 Mei 2025 | 18:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Komisi I DPR berencana memanggil sejumlah pihak, termasuk jajaran TNI, menyusul insiden ledakan amunisi di area latihan militer di Garut, Jawa Barat, yang menewaskan 13 orang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi I DPR Utut Adianto.
Utut menyebutkan pihak TNI yang akan dipanggil meliputi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen Dadang Arif Abdurahman.
“Jadi, kapan kita panggil? Segera,” ujar politisi PDIP tersebut kepada wartawan di kompleks DPR/MPR, Rabu (14/5/2025).
Meski belum menyebut tanggal pasti, Utut menegaskan pemanggilan akan dilakukan sebelum masa sidang berakhir. Ia menilai, TNI harus memiliki langkah strategis untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.
Utut juga menyinggung peristiwa serupa yang pernah terjadi, yakni ledakan amunisi di Cilandak pada tahun 1984. Ia berharap kejadian di Garut menjadi yang terakhir.
“Nanti biar kasad dan pangdam Siliwangi yang menjelaskan. Kami akan meminta penjelasan dari mereka, mudah-mudahan ini kejadian yang terakhir,” ujarnya.
Saat ditanya apakah DPR akan mendorong TNI untuk membuat regulasi khusus terkait peledakan amunisi dan pengamanan radius lokasi, Utut enggan berkomentar lebih jauh. Ia menilai hal tersebut merupakan tanggung jawab internal TNI.
“Apakah mereka tidak punya aturan? Ya pasti punya. Tapi ini lebih kepada sikap dan kultur. Ini persoalan mendalam, tidak bisa diselesaikan seketika,” tegasnya.
Diketahui, ledakan amunisi di Garut terjadi di kawasan Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025). Sedikitnya 13 orang tewas, terdiri atas 4 personel TNI dan 9 warga sipil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




