ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DPR Panggil TNI Seusai Ledakan Amunisi Tewaskan 13 Orang di Garut

Rabu, 14 Mei 2025 | 18:22 WIB
IO
R
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: RZL
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Maret 2025.
Ketua Komisi I DPR Utut Adianto di gedung DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 13 Maret 2025. (Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi I DPR berencana memanggil sejumlah pihak, termasuk jajaran TNI, menyusul insiden ledakan amunisi di area latihan militer di Garut, Jawa Barat, yang menewaskan 13 orang. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi I DPR Utut Adianto.

Utut menyebutkan pihak TNI yang akan dipanggil meliputi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen Dadang Arif Abdurahman.

“Jadi, kapan kita panggil? Segera,” ujar politisi PDIP tersebut kepada wartawan di kompleks DPR/MPR, Rabu (14/5/2025).

ADVERTISEMENT

Meski belum menyebut tanggal pasti, Utut menegaskan pemanggilan akan dilakukan sebelum masa sidang berakhir. Ia menilai, TNI harus memiliki langkah strategis untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Utut juga menyinggung peristiwa serupa yang pernah terjadi, yakni ledakan amunisi di Cilandak pada tahun 1984. Ia berharap kejadian di Garut menjadi yang terakhir.

“Nanti biar kasad dan pangdam Siliwangi yang menjelaskan. Kami akan meminta penjelasan dari mereka, mudah-mudahan ini kejadian yang terakhir,” ujarnya.

Saat ditanya apakah DPR akan mendorong TNI untuk membuat regulasi khusus terkait peledakan amunisi dan pengamanan radius lokasi, Utut enggan berkomentar lebih jauh. Ia menilai hal tersebut merupakan tanggung jawab internal TNI.

“Apakah mereka tidak punya aturan? Ya pasti punya. Tapi ini lebih kepada sikap dan kultur. Ini persoalan mendalam, tidak bisa diselesaikan seketika,” tegasnya.

Diketahui, ledakan amunisi di Garut terjadi di kawasan Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025). Sedikitnya 13 orang tewas, terdiri atas 4 personel TNI dan 9 warga sipil.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut, Puan Maharani: Harus Dievaluasi

Ledakan Amunisi Kedaluwarsa di Garut, Puan Maharani: Harus Dievaluasi

NASIONAL
Ledakan Amunisi di Garut, Puan Maharani: TNI Harus Bertanggung Jawab

Ledakan Amunisi di Garut, Puan Maharani: TNI Harus Bertanggung Jawab

NASIONAL
Ledakan Amunisi di Garut, Saksi Mata Ungkap Dugaan Reaksi Kimia

Ledakan Amunisi di Garut, Saksi Mata Ungkap Dugaan Reaksi Kimia

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon