ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hasto dan Djan Faridz Bertemu Ketua MA sebelum Fatwa PAW Harun Masiku

Kamis, 26 Juni 2025 | 22:48 WIB
YP
DM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: DM
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengakui pernah mendampingi mantan Wantimpres Djan Faridz bertemu Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali pada 23 September 2019.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengakui pernah mendampingi mantan Wantimpres Djan Faridz bertemu Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali pada 23 September 2019. (Beritasatu.com/Yustinus Patris Paat)

Jakarta, Beritasatu.com - Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengakui pernah mendampingi mantan Wantimpres Djan Faridz bertemu Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali pada 23 September 2019. 

Pertemuan itu terjadi pada pagi hari, beberapa jam sebelum Mahkamah Agung mengeluarkan fatwa terkait pergantian antarwaktu (PAW) caleg Harun Masiku.

Fatwa tersebut menanggapi putusan MA Nomor 57/P/HUM/2019 tanggal 19 Juli 2019, yang menimbulkan tafsir berbeda antara PDIP dan KPU dalam proses usulan PAW Harun menggantikan Riezky Aprilia sebagai anggota DPR.

ADVERTISEMENT

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (26/6/2025), Hasto diperiksa sebagai terdakwa dalam kasus suap PAW dan menghalangi penyidikan. Ia membenarkan keberadaan foto selfie yang memperlihatkan dirinya, Djan Faridz, dan Harun Masiku berada di ruang Ketua MA.

“Saya berada di Mahkamah Agung. Saya diajak Pak Djan Faridz, dan Harun ternyata sudah ada di sana,” kata Hasto menjawab pertanyaan jaksa.

Hasto mengeklaim tidak mengetahui agenda atau pembicaraan yang dilakukan Harun dengan Ketua MA. Ia menegaskan, kehadirannya ke MA semata untuk mendampingi Djan Faridz dan tidak membicarakan soal fatwa. “Saya hanya mengapresiasi kepemimpinan ketua MA karena banyak perkara yang berhasil diselesaikan,” jelasnya.

Saat ditanya apakah dirinya bertemu langsung dengan ketua MA, Hasto mengiyakan. Namun, ia tetap menekankan dirinya tidak membahas substansi permohonan fatwa atau PAW.

Jaksa juga menelusuri bagaimana Harun Masiku bisa berada dalam ruangan tersebut. Hasto menjawab saat tiba di ruang tunggu, Harun sudah lebih dahulu ada di sana. “Saya dan Pak Djan satu mobil. Ketika kami sampai, Pak Harun sudah di ruang tunggu. Saya tidak tahu apa yang dibicarakan,” ujarnya.

Menurut Hasto, Harun hanya berbincang dengan Djan Faridz. Setelah masuk ke ruangan ketua MA, Harun sempat keluar terlebih dahulu tanpa ada percakapan dengan dirinya.

Dalam kasus ini, Hasto didakwa bersama advokat Donny Tri Istiqomah, eks kader PDIP Saeful Bahri, dan Harun Masiku atas dugaan suap Rp 600 juta kepada komisioner KPU Wahyu Setiawan. Suap ini untuk meloloskan permintaan PDIP agar Harun menggantikan Riezky Aprilia di DPR melalui PAW.

Hasto juga dijerat dengan pasal menghalangi penyidikan karena diduga memerintahkan ajudannya untuk menghancurkan barang bukti, termasuk menenggelamkan ponsel milik Harun.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Usulan Ambang Batas Parlemen, Hasto: Tiap Partai Punya Kepentingan

Usulan Ambang Batas Parlemen, Hasto: Tiap Partai Punya Kepentingan

NASIONAL
Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

Peringati May Day, Hasto Ajak Buruh Bersatu Hadapi Tantangan Ekonomi

NASIONAL
Hasto Kristiyanto dan Rano Karno Kompak Hadiri Perayaan Hari Buruh

Hasto Kristiyanto dan Rano Karno Kompak Hadiri Perayaan Hari Buruh

NASIONAL
MK Putus Uji Materi Pasal Perintangan Penyidikan Korupsi

MK Putus Uji Materi Pasal Perintangan Penyidikan Korupsi

NASIONAL
PDIP: Kirim Pasukan ke Gaza Harus lewat PBB

PDIP: Kirim Pasukan ke Gaza Harus lewat PBB

NASIONAL
Hasto Kristiyanto: Politik Harus Jadi Strategi Kebudayaan

Hasto Kristiyanto: Politik Harus Jadi Strategi Kebudayaan

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon