BPH Siapkan Skema Baru Biaya Haji 2026, Bisa Lebih Murah
Sabtu, 12 Juli 2025 | 11:22 WIB
Padang, Beritasatu.com – Badan Penyelenggara Haji (BPH) saat ini masih melakukan kajian terkait besaran biaya yang akan dikenakan kepada calon jemaah haji untuk musim haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
“Baru-baru ini, presiden kembali mengingatkan agar biaya haji bisa ditekan dan sekarang kami sedang mengkaji besarannya,” ujar Tenaga Ahli BPH Ichsan Marsha, saat ditemui di Padang pada Sabtu (12/7/2025) dikutip dari Antara.
Menurut Ichsan, presiden telah menginstruksikan BPH bersama lembaga terkait untuk segera menghitung dan menyusun besaran biaya haji yang harus ditanggung oleh jemaah. Secara prinsip, presiden berharap nominalnya dapat diturunkan dari tahun sebelumnya.
Saat ini, BPH masih meninjau berbagai skema pembiayaan serta mempertimbangkan kebijakan terbaru dari Arab Saudi, yang dinamis dan berpotensi memengaruhi struktur biaya haji.
Ia menambahkan, BPH menargetkan agar besaran biaya haji bisa segera diumumkan ke publik, apalagi jadwal penyelenggaraan haji tahun depan akan dipercepat oleh otoritas Arab Saudi. Hal ini berdampak pada percepatan proses pembiayaan di Indonesia.
"Proses penetapannya melibatkan BPH dan nantinya juga DPR," ucap Ichsan.
Saat ditanya soal estimasi biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) untuk musim haji 2026, Ichsan menyebut belum ada angka pasti karena masih dalam pembahasan internal BPH dan akan dikonsultasikan dengan DPR, termasuk penyusunan formula Bipih-nya.
“Untuk nominalnya, kami belum bisa sampaikan sekarang karena masih perlu pembahasan lebih lanjut dengan DPR,” ujarnya.
Sebagai informasi, BPIH tahun 2025 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah dan DPR menyepakati BPIH 2025 sebesar Rp 89,41 juta, lebih rendah Rp 4 juta dari tahun sebelumnya.
Penurunan ini berdampak pada Bipih yang dibayarkan jamaah, yaitu menjadi Rp 55,43 juta, lebih murah dari 2024 yang mencapai Rp 56,04 juta. Sementara itu, nilai manfaat per jamaah juga turun dari Rp 37,36 juta di tahun 2024 menjadi Rp 33,97 juta pada tahun ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




