Kejagung: Keterangan Nadiem Kunci Ungkap Skandal Chromebook Rp 9,9 T
Selasa, 15 Juli 2025 | 12:48 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan keterangan dari mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim sangat penting dalam membongkar dugaan korupsi proyek Chromebook senilai Rp 9,9 triliun. Nadiem kembali diperiksa sebagai saksi oleh tim penyidik di Gedung Kejagung, Jakarta, Selasa (15/7/2025).
Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Harli Siregar, pemanggilan ulang terhadap Nadiem bersifat mendesak karena penyidik memerlukan pendalaman lebih lanjut terhadap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek digitalisasi pendidikan.
"Kehadiran yang bersangkutan sangat penting untuk pendalaman dan konfirmasi terhadap berbagai informasi maupun barang bukti," ujar Harli.
Sejumlah bukti elektronik dan dokumen telah disita penyidik, termasuk hasil penggeledahan kantor PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) pada 8 Juli 2025. Bukti tersebut akan dikonfrontasi dalam pemeriksaan lanjutan terhadap Nadiem.
Pemeriksaan sebelumnya pada 23 Juni 2025 mencatat penyidik mengajukan 31 pertanyaan pokok kepada Nadiem. Penyidik mendalami soal rapat awal Mei 2020 yang berujung pada keputusan pengadaan Chromebook, meskipun ada kajian teknis pada April 2020 yang menyebut perangkat tersebut tidak efektif.
“Hal ini yang sangat penting didalami penyidik, kenapa dari hasil kajian teknis justru berubah dan malah memilih Chromebook,” kata Harli.
Selain itu, Kejagung juga terus menelusuri peran tiga staf khusus Nadiem dalam keputusan proyek ini, termasuk kemungkinan adanya perubahan kebijakan yang tidak sesuai kajian awal.
Harli menegaskan, penyidik akan menyampaikan hasil pemeriksaan Nadiem jika telah rampung dan memenuhi syarat untuk diumumkan ke publik. Hingga kini, proses pengusutan kasus korupsi proyek Chromebook terus berlanjut, dan keterlibatan berbagai pihak masih dikaji secara komprehensif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




