ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dewan Pers Minta Aparat Keamanan Lindungi Wartawan yang Meliput Demo

Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:56 WIB
SM
SM
Penulis: Salman Mardira | Editor: SMR
Para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi antihuru-hara dalam aksi protes menentang tunjangan besar yang diberikan kepada anggota DPR, di Jakarta, Indonesia, Senin, 25 Agustus 2025.
Para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi antihuru-hara dalam aksi protes menentang tunjangan besar yang diberikan kepada anggota DPR, di Jakarta, Indonesia, Senin, 25 Agustus 2025. (AP/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pers meminta aparat keamanan yang mengawal unjuk rasa agar tidak melakukan kekerasan terhadap jurnalis atau wartawan yang sedang melakukan peliputan. Aparat wajib melindungi jurnalis.

“Mengingatkan aparat yang bertugas di lapangan untuk menjaga keselamatan serta melindungi para jurnalis/wartawan/media yang sedang menjalankan tugas jurnalistik,” kata Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat dalam pernyataan resminya, Jumat (29/8/2025).

Hal itu disampaikan Komarudin menyikapi perkembangan situasi di wilayah Jakarta, khususnya terkait demo diwarnai kericuhan hingga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka karena polisi bersikap represif di lapangan.

ADVERTISEMENT

“Menyerukan kepada media massa untuk tetap bekerja secara profesional dengan memegang teguh kode etik jurnalistik dan Undang-Undang Nomor 40 tentang Pers,” ujarnya.

Media diminta tetap menyampaikan peristiwa dan fakta secara akurat, jujur, serta dilandasi iktikad baik demi kepentingan masyarakat luas.

Dewan Pers mengimbau para jurnalis atau wartawan yang melakukan peliputan agar senantiasa waspada serta menjaga keselamatan diri dan hasil liputannya dengan sebaik-baiknya.

Diketahui, demonstrasi mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8/2025), berlangsung ricuh. 

Aparat kepolisian memukul mundur massa dengan kendaraan taktis (rantis), water canon, dan tembakan gas air mata. Massa melawan dengan melempari batu, petasan, botol, kayu, hingga bom molotov ke arah petugas.

Seorang pengemudi ojek online (ojol) Affan Kurniawan tewas terlindas rantis Brimob saat membubarkan massa demo di kawasan Penjompongan, Jakarta Pusat pada Kamis malam.

Insiden itu membuat massa makin marah hingga demo meluas ke depan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta dan Mapolda Metro Jaya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dewan Pers Matangkan Perlindungan Karya Jurnalistik di RUU Hak Cipta

Dewan Pers Matangkan Perlindungan Karya Jurnalistik di RUU Hak Cipta

NASIONAL
Dewan Pers Kecam Israel Tangkap 3 Jurnalis Indonesia di Misi Gaza

Dewan Pers Kecam Israel Tangkap 3 Jurnalis Indonesia di Misi Gaza

NASIONAL
Kemenkomdigi dan Dewan Pers Perkuat Komitmen Jaga Kualitas Jurnalistik

Kemenkomdigi dan Dewan Pers Perkuat Komitmen Jaga Kualitas Jurnalistik

NASIONAL
Menkum: Disrupsi Teknologi Tak Boleh Membunuh Media

Menkum: Disrupsi Teknologi Tak Boleh Membunuh Media

NASIONAL
HPN 2026: Dewan Pers Minta Media Jaga Integritas pada Era Digital

HPN 2026: Dewan Pers Minta Media Jaga Integritas pada Era Digital

NASIONAL
No Viral, No Justice! Pers Diminta Lebih Banyak Sampaikan Suara Rakyat

No Viral, No Justice! Pers Diminta Lebih Banyak Sampaikan Suara Rakyat

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon