ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menkeu Purbaya Minta BGN Jumpa Pers Setiap Bulan untuk Lapor MBG

Kamis, 11 September 2025 | 11:40 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas A.M Djiwandono (dua kanan), Anggito Abimanyu (kiri) dan Suahasil Nazara (dua kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 10 September 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) didampingi Wakil Menteri Keuangan Thomas A.M Djiwandono (dua kanan), Anggito Abimanyu (kiri) dan Suahasil Nazara (dua kiri) saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 10 September 2025. (Beritasatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta Badan Gizi Nasional (BGN) rutin menggelar konferensi pers setiap bulan untuk melaporkan perkembangan program makan bergizi gratis (MBG).

Langkah ini, menurutnya, penting dilakukan agar penyaluran belanja pemerintah bisa lebih optimal.

“Program MBG banyak dikritik karena realisasi anggarannya rendah. Saat saya tanya bagaimana pengawasannya, jawabannya bagus, tetapi kenyataannya buruk. Maka saya tegaskan, setiap bulan kita akan adakan konferensi pers bersama kepala BGN,” ujar Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (10/9/2025) dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, Kepala BGN Dadan Hindayana akan menjelaskan secara terbuka mengenai penyerapan anggaran MBG kepada masyarakat, sementara dirinya akan mendampingi dalam penyampaian laporan tersebut.

Selain MBG, Purbaya juga menyoroti sejumlah program lain yang realisasi anggarannya masih lambat. Menurutnya, salah satu faktor yang menghambat pertumbuhan ekonomi adalah penyaluran belanja pemerintah yang kurang cepat.

Karena itu, ia menegaskan fokus kebijakan ke depan adalah menggerakkan mesin fiskal dan moneter secara lebih efektif. Dari sisi fiskal, pemerintah akan mempercepat realisasi belanja, sedangkan dari sisi moneter akan menarik dana pemerintah yang ada di Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat likuiditas perbankan.

“Dengan begitu, bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan kepada pelaku ekonomi,” jelasnya.

Hingga 11 Agustus 2025, realisasi anggaran program MBG tercatat Rp 8,2 triliun. Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan dana tersebut dialokasikan terutama untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah dan ibu hamil di berbagai wilayah Indonesia.

BGN telah membentuk 5.103 satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang tersebar di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan. Lembaga tersebut menargetkan hingga akhir Agustus, realisasi MBG bisa mencapai Rp10–11 triliun dengan 8.000 SPPG beroperasi, terutama dari anggaran APBN, dan menjangkau hingga 20 juta penerima manfaat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kemenkeu Update Kabar Soal Purbaya, Benar Masuk Rumah Sakit?

Kemenkeu Update Kabar Soal Purbaya, Benar Masuk Rumah Sakit?

EKONOMI
Respons Pemerintah atas Kondisi Pasar Saham Indonesia

Respons Pemerintah atas Kondisi Pasar Saham Indonesia

MULTIMEDIA
HIMKI Usul Bunga Ekspor 6 Persen lewat LPEI demi Jaga 2,1 Juta Buruh

HIMKI Usul Bunga Ekspor 6 Persen lewat LPEI demi Jaga 2,1 Juta Buruh

EKONOMI
Bos Bea Cukai Janji Berbenah Seusai Diultimatum Menkeu Purbaya

Bos Bea Cukai Janji Berbenah Seusai Diultimatum Menkeu Purbaya

EKONOMI
Purbaya: Redenominasi Wewenang BI, Kemenkeu hanya Siapkan Regulasi

Purbaya: Redenominasi Wewenang BI, Kemenkeu hanya Siapkan Regulasi

EKONOMI
Purbaya: Redenominasi Rupiah Urusan BI, Gue Jangan Digebukin Terus

Purbaya: Redenominasi Rupiah Urusan BI, Gue Jangan Digebukin Terus

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon