Menko PMK Pratikno Minta Audit Keamanan Bangunan Sekolah dan Pesantren
Sabtu, 11 Oktober 2025 | 07:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meminta kementerian dan lembaga terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan bangunan fasilitas pendidikan, termasuk pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Langkah ini diambil menyusul tragedi robohnya bangunan musala Pondok Pesantren Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9), yang menewaskan 67 santri.
“Ambruknya bangunan Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo menjadi bencana nonalam akibat kegagalan teknologi dengan korban meninggal dunia terbanyak sepanjang 2025. Ini harus menjadi perhatian kita semua agar tidak terjadi lagi di kemudian hari,” ujar Pratikno di Jakarta, Sabtu (11/10/2025).
Aspek keamanan infrastruktur pendidikan menjadi pembahasan utama dalam rapat tingkat menteri yang dipimpin menko PMK di Jakarta, Jumat (10/10/2025). Pratikno menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan seluruh bangunan pendidikan aman dan layak.
“Perlu dilakukan penguatan koordinasi antarinstansi agar setiap pembangunan fasilitas pendidikan dan keagamaan dapat memenuhi persyaratan teknis serta diawasi secara ketat,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, Pratikno juga melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas, serta pemerintah daerah.
Ia mengapresiasi langkah cepat tim SAR gabungan dalam melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan para korban di lokasi ambruknya bangunan ponpes. “Penanganan darurat sejak hari pertama menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons setiap bencana dengan cepat,” ujarnya.
Pratikno menegaskan, keselamatan siswa dan santri adalah hal utama yang tidak boleh diabaikan. “Keselamatan anak-anak di sekolah dan pesantren adalah prioritas utama. Tragedi ini menjadi pelajaran penting agar keamanan bangunan pendidikan benar-benar diperhatikan,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




