ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tragedi Ponpes Al-Khoziny, Prabowo Restui Pembentukan Ditjen Pesantren

Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:06 WIB
CS
DM
Penulis: Celvin Moniaga Sipahutar | Editor: DM
Menteri Sekretariat Negara sekaligus Juru Bicara Istana Prasetyo Hadi menyatakan, Presiden Prabowo Subianto merestui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren pada Kementerian Agama (Kemenag). Langkah ini menjadi respons langsung atas tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan puluhan korban jiwa.
Menteri Sekretariat Negara sekaligus Juru Bicara Istana Prasetyo Hadi menyatakan, Presiden Prabowo Subianto merestui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren pada Kementerian Agama (Kemenag). Langkah ini menjadi respons langsung atas tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan puluhan korban jiwa. (Beritasatu.com/Rizky)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto merestui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren pada Kementerian Agama (Kemenag). Langkah ini menjadi respons langsung atas tragedi ambruknya musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, yang menelan puluhan korban jiwa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, tragedi tersebut menjadi titik tolak bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap infrastruktur dan tata kelola pesantren di seluruh Indonesia.

“Berkenaan dengan izin pembentukan Ditjen Pesantren, memang bermula dari kejadian yang menimpa saudara-saudara kita di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

ADVERTISEMENT

Menurut Prasetyo, Ditjen Pesantren akan bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam melakukan asesmen terhadap lebih dari 42.000 pondok pesantren di seluruh Tanah Air. Tujuannya untuk memastikan seluruh bangunan pesantren memenuhi standar keamanan dan kelayakan sipil.

Tak hanya pesantren, Presiden Prabowo juga memerintahkan agar evaluasi dilakukan terhadap bangunan di lembaga pendidikan berbasis agama lain, seperti masjid, musala, gereja, dan rumah ibadah lainnya, demi menjamin keamanan bangunan secara nasional.

Selain aspek infrastruktur, Prabowo juga menaruh perhatian pada kualitas pendidikan pesantren. Ia menginginkan agar para santri dibekali ilmu agama sekaligus ilmu pengetahuan berbasis teknologi dan ekonomi sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Itu menjadi konsen Bapak Presiden, yang kemudian memberikan restu kepada Kementerian Agama untuk membentuk Ditjen Pesantren,” jelas Prasetyo.

Pembentukan Ditjen Pesantren resmi tertuang dalam surat nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, yang ditandatangani oleh Mensesneg Prasetyo Hadi.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, keberadaan Ditjen Pesantren akan memperkuat konsolidasi dan pembinaan pesantren di seluruh Indonesia. 

“Dengan Ditjen ini, kita bisa mengontrol seluruh pesantren dalam arti positif. Kita ingin memastikan semua pesantren menjalankan fungsinya dengan baik,” kata Nasaruddin di Gedung Kemenag, Jakarta.

Pemerintah berharap, melalui pembentukan Ditjen Pesantren, kualitas pendidikan dan keamanan santri di seluruh Indonesia dapat meningkat signifikan, sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat ilmu, moral, dan kemajuan bangsa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ponpes Al-Khoziny Aktifkan Lagi Belajar Mengajar setelah 19 Hari Vakum

Ponpes Al-Khoziny Aktifkan Lagi Belajar Mengajar setelah 19 Hari Vakum

JAWA TIMUR
Cucu Menteri PPPA Meninggal dalam Tragedi Ponpes Al-Khoziny

Cucu Menteri PPPA Meninggal dalam Tragedi Ponpes Al-Khoziny

JAWA TIMUR
Menko PMK Pratikno Minta Audit Keamanan Bangunan Sekolah dan Pesantren

Menko PMK Pratikno Minta Audit Keamanan Bangunan Sekolah dan Pesantren

NASIONAL
Polisi Naikkan Status Kasus Tragedi Ponpes Al-Khoziny ke Penyidikan

Polisi Naikkan Status Kasus Tragedi Ponpes Al-Khoziny ke Penyidikan

JAWA TIMUR
Capai 1.262 Ton, Puing Musala Ponpes Al-Khoziny Dipindah ke TPA Jabon

Capai 1.262 Ton, Puing Musala Ponpes Al-Khoziny Dipindah ke TPA Jabon

JAWA TIMUR
AHY Soroti Tragedi Ponpes Al-Khoziny: Standar Konstruksi Harus Ditaati

AHY Soroti Tragedi Ponpes Al-Khoziny: Standar Konstruksi Harus Ditaati

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon