Polisi Temukan CCTV Rusak di TKP Kematian Mahasiswa Unud Timothy
Senin, 20 Oktober 2025 | 09:39 WIB
Denpasar, Beritasatu.com - Misteri kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Denpasar, Timothy Anugerah Saputra (22), masih menjadi perhatian publik. Timothy ditemukan tewas di depan pintu masuk Gedung Fisip pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 09.00 WITA.
Kabar beredar di media sosial menyebutkan bahwa Timothy meninggal setelah jatuh dari lantai empat gedung kampus akibat perundungan dari rekan-rekannya. Dugaan itu mencuat lewat tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp yang tersebar luas.
Kasus ini kini ditangani Polsek Denpasar Barat, tetapi pihak keluarga, khususnya ibu korban, disebut meminta agar penyelidikan tidak dilanjutkan. Meski demikian, polisi tetap berupaya mengungkap penyebab pasti kematian mahasiswa asal Bandung itu.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi mengatakan, hingga kini 19 saksi telah diperiksa, termasuk dosen, teman kuliah, petugas keamanan kampus, serta orang tua korban.
“Jumlah saksi ada 19 orang yang sudah kami periksa, mulai dari pihak dosen, teman kuliah, hingga satpam kampus. Ibu korban belum bersedia bertemu dengan kami, tetapi ayah korban sudah memberikan keterangan,” ujar Kompol Laksmi saat dikonfirmasi pada Senin (20/10/2025).
Dari hasil pemeriksaan, sejumlah saksi melihat Timothy berjalan menuju lantai empat, lalu melepaskan sepatu dan tasnya sebelum kejadian. Namun, polisi menghadapi kendala karena kamera pengawas (CCTV) di lantai empat rusak, sehingga tidak merekam detik-detik peristiwa tersebut.
“Berdasarkan olah TKP dan keterangan saksi, korban datang sendiri ke lokasi. Ada yang melihat dia duduk di area balkon tempat sepatu dan tasnya ditemukan. Tidak ada saksi yang melihat langsung korban melompat atau terpeleset. Namun, kemungkinan korban naik ke balkon sebelum jatuh,” jelas Kompol Laksmi.
Hasil pemeriksaan terhadap teman dekat korban juga mengindikasikan bahwa kemungkinan korban mengalami perundungan sangat kecil.
“Teman-temannya mengatakan korban dikenal cerdas, berprinsip, dan disegani. Jadi kecil kemungkinan dia menjadi korban bullying. Isu perundungan justru muncul setelah korban meninggal dunia,” tambahnya.
Polisi kini masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab pasti kematian Timothy, sementara pihak kampus dan keluarga diminta bersikap terbuka dalam proses penyelidikan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




