ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BMKG Ungkap Strategi Rahasia Cegah Banjir Semarang-Demak

Senin, 3 November 2025 | 12:21 WIB
A
S
Penulis: Antara | Editor: JTO
Pompa BNPB bersama pompa milik BBWS dan Pusdataru Jawa Tengah, menguras genangan banjir menuju kolam retensi Terboyo di Kota Semarang, Jawa Tengah.
Pompa BNPB bersama pompa milik BBWS dan Pusdataru Jawa Tengah, menguras genangan banjir menuju kolam retensi Terboyo di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Humas BNPB/Humas BNPB)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat Waduk Mrica di Banjarnegara, Jawa Tengah, menjadi wilayah dengan curah hujan tertinggi hasil operasi modifikasi cuaca (OMC) yang digelar awal November ini.

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo menjelaskan, curah hujan di kawasan tersebut mencapai 83,2 milimeter per hari. Sebagian besar hujan berhasil dialihkan ke area waduk, sehingga genangan di wilayah permukiman dapat ditekan.

“Pendekatan kami adalah menurunkan hujan di tempat yang aman untuk menampung air, seperti waduk dan danau. Di Waduk Mrica, dampaknya cukup signifikan karena debit air masuk terkendali dan tidak menimbulkan limpasan ke pemukiman,” ujar Budi di Jakarta, Senin (3/11/2025).

ADVERTISEMENT

Operasi modifikasi cuaca dilakukan dari tiga posko Utama yakni, Semarang, Solo, dan Halim Perdanakusuma, Jakarta, untuk mengatur jalur pergerakan awan di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga sebagian Jakarta.

Langkah ini diambil sebagai bagian dari mitigasi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga 7 November, terutama di 63% wilayah Jawa Barat dan hampir seluruh Jawa Tengah.

“Kami terus memantau pergerakan awan melalui radar dan citra satelit agar hujan lebat bisa dikendalikan arah jatuhnya,” jelas Budi.

Menurutnya, kolaborasi BMKG dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu menjadi strategi terpadu untuk mengantisipasi banjir musiman di wilayah rawan seperti Semarang, Demak, dan Pekalongan, yang beberapa hari terakhir mulai tergenang.

“Operasi ini dijalankan atas permintaan daerah yang sudah menetapkan status siaga darurat. Tujuannya agar air tidak menumpuk di kawasan padat penduduk dan bisa dialihkan ke lokasi yang memiliki daya tampung besar,” katanya.

Selain berfungsi mengurangi risiko banjir, OMC juga dinilai membantu menjaga pasokan air baku di musim pancaroba. “Pendekatannya bukan hanya mitigasi bencana, tapi juga memastikan keberlanjutan sumber air untuk pertanian dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

BMKG menegaskan, kegiatan modifikasi cuaca akan terus dilanjutkan hingga kondisi atmosfer kembali stabil. Lembaga tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ekstrem dan mengikuti peringatan dini cuaca yang diperbarui setiap enam jam.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banjir di Kaligawe Semarang Akhirnya Surut, Ini Penampakannya

Banjir di Kaligawe Semarang Akhirnya Surut, Ini Penampakannya

JAWA TENGAH
Banjir Semarang Tak Surut, Warga Mulai Sakit dan Stok Makanan Menipis

Banjir Semarang Tak Surut, Warga Mulai Sakit dan Stok Makanan Menipis

JAWA TENGAH
Imbas Banjir Semarang, KA Argo Bromo Anggrek Terpaksa Memutar Jalur

Imbas Banjir Semarang, KA Argo Bromo Anggrek Terpaksa Memutar Jalur

JAWA TIMUR
Banjir Semarang Tewaskan 3 Orang, 63.400 Warga Terdampak

Banjir Semarang Tewaskan 3 Orang, 63.400 Warga Terdampak

JAWA TENGAH
Kementerian PU Buka Suara Soal Banjir Pantura Semarang-Pati

Kementerian PU Buka Suara Soal Banjir Pantura Semarang-Pati

JAWA TENGAH
Banjir Semarang Ganggu Jalur KA, KAI Kembalikan Uang Tiket 100 Persen

Banjir Semarang Ganggu Jalur KA, KAI Kembalikan Uang Tiket 100 Persen

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon