Kemenpar Target RI Dikunjungi 17 Juta Wisatawan Mancanegara pada 2026
Jumat, 21 November 2025 | 10:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menargetkan 17,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada 2026. Sementara untuk pergerakan wisatawan nusantara (wisnu) ditargetkan bisa mencapai 1,18 miliar perjalanan tahun depan.
Selama Januari hingga September 2025, Kementerian Pariwisata mencatat kunjungan wisman sudah mencapai 11,43 juta, meningkat 10,22% dibandingkan periode yang sama pada 2024. Sementara pergerakan wisnu mencapai 901,90 juta perjalanan, tumbuh positif sebesar 18,99%.
"Sementara untuk target Kemenpar untuk tahun 2026 mendatang bisa menarik baik kunjungan wisman dan wisnus, lebih tinggi lagi," katanya saat peluncuran buku “Indonesia Tourism Outlook 2025/2026” pada forum Wonderful Indonesia Outlook (WIO) 2025/2026 bertema "Quality Sustains Future" di gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (20/11/2025).
Menurutnya, sesuai RPJMN 2025-2029 dan RKP 2026, target nasional untuk sektor pariwisata adalah 16 juta sampai 17,60 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 1,18 miliar perjalanan untuk wisatawan nusantara.
Kemenpar juga menargetkan Indonesia naik ke peringkat 20 besar dunia dalam Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2026 yang sejalan dengan World Economic Forum. Ini adalah target nasional yang membutuhkan visi dan gerakan bersama guna mewujudkan pertumbuhan pasar Indonesia yang semakin berkualitas dan berkelanjutan.
Guna mencapai target ini, Kementerian Pariwisata telah memetakan 31 kementerian/lembaga yang terlibat dalam penyusunan indikator TTDI 2024.
Buku Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 menyajikan gambaran komprehensif mengenai lanskap pariwisata global dan nasional, serta memaparkan hasil analisis dinamika kepariwisataan terkini serta proyeksi tren sektor pariwisata ke depan.
Buku ini diharapkan dapat menjadi panduan strategis bagi perumus kebijakan dan pelaku industri dalam mewujudkan sektor pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Adapun penyusunan buku ini merupakan bentuk sinergi antara Kemenpar, Kementerian PPN/Bappenas, dan Bank Indonesia.
Widiyanti menegaskan pentingnya kolaborasi seluruhnya pihak untuk memanfaatkan wawasan yang terdapat dalam buku tersebut.
“Kami di Kementerian Pariwisata berharap, apa yang telah kami rangkum dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026, dapat menjadi pemahaman dan panduan bersama, dalam mengusahakan sektor pariwisata ke depannya," kata Widiyanti.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan tema "Quality Sustain Future" sangat relevan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk ekonomi yang berkelanjutan dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Diakui, pedoman Indonesia Tourism Outlook ini sudah komprehensif. Kendati demikian, hal ini tidak menutup ruang, masukkan dan dukungan dari berbagai pihak. Karena dalam pengembangan sektor pariwisata di masa mendatang diperlukan orkestrasi bersama untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.
“Saya percaya kita akan go beyond. Dengan segala optimisme ini mudah-mudahan Indonesia bisa leading di sektor pariwisata,” kata Wamenpar Ni Luh Puspa.
Sinergi Kemenpar bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Bank Indonesia dalam penyusunan buku ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mengembangkan pariwisata berkualitas untuk mendukung visi Asta Cita.
Kementerian PPN/Bappenas menegaskan kolaborasi dan inovasi berkelanjutan pariwisata saat ini adalah merupakan low hanging fruit untuk menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi menuju 8% dan mendukung transformasi sosial, kelestarian lingkungan, dan percepatan digitalisasi.
Bank Indonesia meyakini pengembangan pariwisata berkualitas secara lebih luas akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan penerimaan devisa sehingga memperkuat ketahanan sektor eksternal dan stabilitas perekonomian Indonesia.
Buku ini mengulas bahwa pariwisata global pada 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat meski dibayangi perlambatan ekonomi, tensi geopolitik, perubahan iklim, dan transformasi teknologi yang dipicu oleh kecerdasan buatan. Lingkungan strategis ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah dan industri untuk semakin adaptif dan berkelanjutan.
Di tengah dinamika ini, Indonesia berhasil menjaga momentum pemulihan yang ditunjukkan dengan meningkatnya kinerja pariwisata, ditopang mobilitas wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara yang terus meningkat, peningkatan kontribusi devisa serta PDB pariwisata, hingga meningkatnya nilai investasi yang semakin meluas terutama di destinasi prioritas.
Ke depan, Indonesia akan terus mendorong transformasi menuju pariwisata berkualitas yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, peningkatan SDM, serta pemerataan manfaat bagi masyarakat dan daerah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




