Cak Imin Minta Bantuan Purbaya Modernisasi SMK di Indonesia
Rabu, 3 Desember 2025 | 14:21 WIB
Makassar, Beritasatu.com - Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin meminta bantuan Menteri Keuangan Purbaya memodernisasi prasarana sekolah menengah kejuruan (SMK) di Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya seusai mengunjungi SMK Negeri 5 Kota Makassar, Jalan Sunu, Kecamatan Tallo, Senin (3/12/2025), yang merupakan salah satu SMK tertua dan dikenal menghasilkan lulusan berkualitas.
Dalam kunjungan untuk menyosialisasikan program SMK go global itu, ia mengaku menemukan sejumlah fasilitas dan alat praktik yang masih belum mengikuti perkembangan teknologi industri. Hal ini dinilai menjadi hambatan bagi percepatan kualitas pendidikan vokasi.
Cak Imin mengatakan bahwa peningkatan sarana teknologi di sekolah menengah kejuruan (SMK) merupakan langkah strategis mempersiapkan lulusan vokasi bersaing di pasar kerja global.
Selain itu, salah satu kendala terbesar calon tenaga kerja vokasi adalah kompetensi bahasa asing. Karena itu, ia mendorong agar pembinaan bahasa dimulai sejak awal masa pendidikan di SMK.
Dirinya pun akan segera melakukan koordinasi lintas kementerian, di antaranya dengan Kemendikbudristek, Kementerian PPN/Bappenas, dan Kementerian Keuangan untuk akselerasi modernisasi sarana pendidikan vokasi agar targetnya menjadikan SMK Negeri 5 Kota Makassar sebagai sekolah percontohan dalam program SMK Go Global agar lulusannya dapat bekerja di luar negeri melalui peningkatan kompetensi dan sertifikasi.
"SMK ini sekolah yang tua dan telah mendidik dan mengeluarkan lulusan yang sangat bagus. Namun, sayang saya menemukan fakta, SMK kurang ini upgrade pada alat-alat pendidikan termasuk teknologi terbaru, maka tugas saya akan koordinasikan dengan mendikdasmen kemudian menteri bappenas, juga menteri keuangan agar sekolah SMK ini dinaikkan seluruh kapasitas teknologi untuk pendidikannya," ujarnya.
Ia menargetkan sebanyak 500.000 lulusan SMK diberangkatkan bekerja ke luar negeri pada tahun depan, setelah mengikuti proses pembinaan dan pemadanan kebutuhan industri global. Terkait kuota khusus Provinsi Sulawesi Selatan dalam program SMK go global, ia menyatakan masih akan melakukan pemetaan sebelum menetapkan jumlah peserta.
"Kita upgrade, kita persiapkan melalui Kementerian P2MI supaya bisa bekerja di luar negeri. Targetnya tahun depan ada 500.000 anak akan diberangkatkan," tuturnya.
Dengan peningkatan teknologi, kompetensi, dan standar global di SMK, secara otomatis akan mendorong lulusan vokasi lebih kompetitif, sekaligus menekan tingkat pengangguran muda di Tanah Air.
"Saya menyakini SMK 5 ini bisa menjadi contoh yang cepat untuk mempersiapkan lulusannya bisa bekerja ke luar negeri," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




