ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menhut-Kapolri All Out Selidiki Asal Kayu Gelondongan Banjir Sumatera

Kamis, 4 Desember 2025 | 21:37 WIB
MR
DM
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: DM
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sepakat bergerak all out mengusut temuan kayu gelondongan yang terseret arus banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan keduanya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sepakat bergerak all out mengusut temuan kayu gelondongan yang terseret arus banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan keduanya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025. (Beritasatu.com/Muhammad Aulia Rahman)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sepakat bergerak all out mengusut temuan kayu gelondongan yang terseret arus banjir di sejumlah wilayah Sumatera. Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan keduanya di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

“Tentu apabila ada unsur pidananya, akan kita tegakkan bersama-sama,” tegas Raja Juli seusai pertemuan.

Raja Juli menjelaskan Kementerian Kehutanan dan Polri telah memiliki nota kesepahaman (MoU) terkait kerja sama penjagaan hutan nasional. Menurutnya, publik kini menyoroti keras asal-usul kayu besar yang hanyut terbawa banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

“Ini keingintahuan publik tentang dari mana material kayu yang terbawa banjir itu berasal,” ujarnya.

Raja Juli mengungkapkan pihaknya sudah mengantongi data awal terkait temuan tersebut. Data diperoleh melalui pemantauan drone di wilayah terdampak dan analisis anatomi kayu menggunakan teknologi khusus. Langkah ini menjadi dasar awal penelusuran asal-usul kayu-kayu itu.

“Kami berharap melalui kerja sama dengan Polri, asal muasal kayu tersebut bisa segera terungkap,” katanya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membenarkan Polri dan Kementerian Kehutanan telah membentuk satgas gabungan untuk menyelidiki temuan kayu yang diduga berkaitan dengan aktivitas pelanggaran. “Temuan-temuan kayu ini diduga ada kaitannya dengan pelanggaran,” ujarnya.

Untuk itu, Polri telah menerjunkan personel guna melakukan penelusuran lebih mendalam. Investigasi dilakukan menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, di lokasi-lokasi yang memiliki indikasi kuat keterlibatan praktik ilegal.

“Saya minta tim segera bergerak dari hulu sampai hilir. Khususnya di lokasi-lokasi yang memiliki potensi pelanggaran dan harus kami tindaklanjuti,” tegas kapolri.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon