ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kayu Banjir Sumatera Diduga Hasil Penebangan Ilegal, Ini Kata Kapolri

Kamis, 4 Desember 2025 | 22:55 WIB
MR
DM
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: DM
Temuan kayu gelondongan yang terseret arus banjir di Sumatera terus menjadi perhatian aparat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap adanya dugaan kuat sebagian kayu tersebut merupakan hasil penebangan ilegal, terlihat dari bekas potongan mesin gergaji atau senso.
Temuan kayu gelondongan yang terseret arus banjir di Sumatera terus menjadi perhatian aparat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap adanya dugaan kuat sebagian kayu tersebut merupakan hasil penebangan ilegal, terlihat dari bekas potongan mesin gergaji atau senso. (Beritasatu.com/Muhammad Aulia Rahman)

Jakarta, Beritasatu.com - Temuan kayu gelondongan yang terseret arus banjir di Sumatera terus menjadi perhatian aparat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkap adanya dugaan kuat sebagian kayu tersebut merupakan hasil penebangan ilegal, terlihat dari bekas potongan mesin gergaji atau senso.

“Dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu. Namun ada beberapa yang memiliki bekas potongan senso. Itu yang akan kita dalami,” ujarnya setelah bertemu Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di Mabes Polri, Kamis (4/12/2025).

Polri bersama Kementerian Kehutanan membentuk tim gabungan untuk menelusuri asal kayu. Penyisiran dilakukan menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir daerah aliran sungai yang terdampak banjir.

ADVERTISEMENT

Kapolri menegaskan penyelidikan difokuskan pada lokasi-lokasi yang terindikasi menjadi sumber potensi pelanggaran. “Tim sudah bergerak dari hulu sampai hilir untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut,” katanya.

Menhut Raja Juli Antoni menambahkan pihaknya telah mengumpulkan sampel kayu yang terbawa arus. Analisis dilakukan dengan teknologi terkini untuk membaca anatomi kayu, mencari kecacatan, hingga mengidentifikasi metode penebangan.

“Kalau ada cacat di kayu, apakah ditebang, didorong buldozer, atau rapi dipotong, itu akan menjadi indikasi lokasi kejadian,” ujarnya.

Kemenhut juga memanfaatkan drone untuk memetakan kondisi wilayah terdampak dan mengumpulkan data awal. Data ini diharapkan dapat membantu mengungkap dari mana kayu-kayu tersebut berasal.

Raja Juli menegaskan sorotan publik atas kayu gelondongan yang terbawa banjir adalah wajar, karena masyarakat ingin kejelasan mengenai asal-usul material tersebut. Dengan MoU yang sudah lama terjalin, Kemenhut dan Polri berkomitmen mempercepat pengungkapan.

“Kami berharap kerja sama dengan Polri bisa segera mengungkap asal-muasal kayu tersebut,” kata Raja Juli.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon