ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jumlah Korban Banjir Sumatera Bertambah: 846 Meninggal, 547 Hilang

Jumat, 5 Desember 2025 | 14:35 WIB
HH
HH
Penulis: Harumbi Prastya Hidayahningrum | Editor: HP
Warga berada di depan rumah yang tertimpa longsor di Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Kamis 27 November 2025.
Warga berada di depan rumah yang tertimpa longsor di Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Kamis 27 November 2025. (Antara/Iggoy el Fitra)

Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera terus meningkat. Data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (5/12/2025) siang mencatat 846 orang meninggal dunia, sementara 547 lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian tim gabungan.

Bencana hidrometeorologi tersebut melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan skala kerusakan yang luas dan korban yang terus bertambah seiring proses evakuasi dan identifikasi.

Selain korban meninggal dan hilang, BNPB juga mencatat 2.700 warga mengalami luka-luka akibat terpaan banjir bandang dan longsor yang terjadi secara hampir bersamaan di berbagai wilayah.

ADVERTISEMENT

Aceh menjadi provinsi paling terdampak, dengan total 325 korban meninggal. Di Sumatera Utara, jumlah korban tewas mencapai 311 orang, sementara Sumatera Barat melaporkan 210 korban meninggal dunia. Ketiga provinsi tersebut mengalami kerusakan infrastruktur yang masif, terutama pada kawasan permukiman di sepanjang aliran sungai serta wilayah dataran tinggi yang rawan longsor.

Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tercatat sebagai daerah dengan korban meninggal dunia terbanyak, yakni 156 orang. Kemudian disusul Kabupaten Aceh Utara dengan 123 korban tewas, serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang mencatat 88 korban meninggal. Angka ini diperkirakan masih dapat bertambah.

Lebih lanjut, BNPB melaporkan, dari 51 kabupaten/kota terdampak, terdapat 10.900 rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir bandang dan longsor.

Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan luas pada berbagai fasilitas umum, termasuk 536 fasilitas publik, 25 fasilitas kesehatan, 326 fasilitas pendidikan, 185 rumah ibadah, serta 115 gedung dan perkantoran. Selain itu, sedikitnya 295 jembatan rusak atau putus, sehingga menghambat akses bantuan dan distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Proses pencarian korban hilang dan pemulihan pascabencana terus dikerahkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan.

BNPB menegaskan, prioritas saat ini mencakup pencarian korban banjir Sumatera, penyaluran bantuan mendesak, serta penilaian kerusakan infrastruktur untuk mempercepat fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon