Jumlah Korban Banjir Sumatera Bertambah: 846 Meninggal, 547 Hilang
Jumat, 5 Desember 2025 | 14:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Jumlah korban jiwa akibat bencana banjir bandang dan longsor yang menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera terus meningkat. Data terbaru yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jumat (5/12/2025) siang mencatat 846 orang meninggal dunia, sementara 547 lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian tim gabungan.
Bencana hidrometeorologi tersebut melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan skala kerusakan yang luas dan korban yang terus bertambah seiring proses evakuasi dan identifikasi.
Selain korban meninggal dan hilang, BNPB juga mencatat 2.700 warga mengalami luka-luka akibat terpaan banjir bandang dan longsor yang terjadi secara hampir bersamaan di berbagai wilayah.
Aceh menjadi provinsi paling terdampak, dengan total 325 korban meninggal. Di Sumatera Utara, jumlah korban tewas mencapai 311 orang, sementara Sumatera Barat melaporkan 210 korban meninggal dunia. Ketiga provinsi tersebut mengalami kerusakan infrastruktur yang masif, terutama pada kawasan permukiman di sepanjang aliran sungai serta wilayah dataran tinggi yang rawan longsor.
Di tingkat kabupaten/kota, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tercatat sebagai daerah dengan korban meninggal dunia terbanyak, yakni 156 orang. Kemudian disusul Kabupaten Aceh Utara dengan 123 korban tewas, serta Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang mencatat 88 korban meninggal. Angka ini diperkirakan masih dapat bertambah.
Lebih lanjut, BNPB melaporkan, dari 51 kabupaten/kota terdampak, terdapat 10.900 rumah warga yang rusak akibat terjangan banjir bandang dan longsor.
Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan luas pada berbagai fasilitas umum, termasuk 536 fasilitas publik, 25 fasilitas kesehatan, 326 fasilitas pendidikan, 185 rumah ibadah, serta 115 gedung dan perkantoran. Selain itu, sedikitnya 295 jembatan rusak atau putus, sehingga menghambat akses bantuan dan distribusi logistik ke wilayah terdampak.
Proses pencarian korban hilang dan pemulihan pascabencana terus dikerahkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta relawan.
BNPB menegaskan, prioritas saat ini mencakup pencarian korban banjir Sumatera, penyaluran bantuan mendesak, serta penilaian kerusakan infrastruktur untuk mempercepat fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




