ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bareskrim Endus Jejak Illegal Logging di Hulu Sungai Tamiang Aceh

Selasa, 9 Desember 2025 | 11:22 WIB
MR
DM
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: DM
Seorang bocah berjalan meniti kayu-kayu hutan yang memenuhi area Dayah atau Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (5/12/2025). Sepekan setelah bencana banjir bandang, akses menuju Desa Tanjung Karang masih terhambat akibat banyaknya tumpukan kayu dan lumpur tebal dari Sungai Tamiang sehingga bantuan sulit masuk ke wilayah tersebut.
Seorang bocah berjalan meniti kayu-kayu hutan yang memenuhi area Dayah atau Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (5/12/2025). Sepekan setelah bencana banjir bandang, akses menuju Desa Tanjung Karang masih terhambat akibat banyaknya tumpukan kayu dan lumpur tebal dari Sungai Tamiang sehingga bantuan sulit masuk ke wilayah tersebut. (ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso)

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengendus dugaan praktik illegal logging atau pembalakan liar di kawasan hulu Sungai Tamiang, Aceh. Informasi awal ini menjadi pintu masuk bagi kepolisian untuk menelusuri lebih jauh kemungkinan aktivitas penebangan liar yang merusak hutan lindung.

Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol Irhamni menjelaskan indikasi awal menunjukkan adanya aktivitas penebangan dan pembukaan lahan yang dilakukan masyarakat. “Informasi awal, di hulu Sungai Tamiang terdapat aktivitas illegal logging dan land clearing oleh masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (9/12/2025).

Menurut Irhamni, pembalakan liar diduga dijalankan dengan metode panglong, yaitu kayu ditebang, dipotong, lalu ditumpuk di tepi sungai sebelum dihanyutkan ketika debit air meningkat. Sementara aktivitas pembukaan lahan dilakukan dengan memotong kayu besar menjadi ukuran lebih kecil agar mudah terbawa arus banjir.

ADVERTISEMENT

Bareskrim menduga mayoritas penebangan di kawasan hutan lindung sekitar Sungai Tamiang tidak memiliki izin, dan sebagian besar pohon yang ditebang bukan dari jenis kayu keras. Temuan ini memperkuat dugaan adanya kegiatan terstruktur yang merusak ekosistem.

Untuk mempercepat penelusuran, kepolisian menyiapkan satu tim tambahan guna menyisir lokasi-lokasi yang diduga menjadi lokasi aktivitas pembalakan liar. “Penyidikan akan difokuskan pada kegiatan illegal logging yang terjadi di sepanjang hulu Sungai Tamiang, Aceh,” kata Irhamni.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan temuan kayu gelondongan yang terseret arus banjir di beberapa wilayah Sumatera. Beberapa kayu menunjukkan bekas potongan senso, memperkuat dugaan banjir membawa material hasil aktivitas penebangan liar.

“Dari temuan tim di lapangan ada berbagai jenis kayu. Namun, kita dapati beberapa yang ada bekas potongan senso. Itu yang akan kita dalami,” ujar kapolri seusai bertemu Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni di Mabes Polri, Kamis (4/12/2025).

Tim gabungan Polri dan Kementerian Kehutanan kini menyusuri daerah aliran sungai, mulai dari hulu hingga hilir, untuk memastikan sumber aktivitas penebangan liar dan dampaknya terhadap bencana banjir yang terjadi.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

6 Bulan Pascabencana, 12 Sekolah di Aceh Tengah Masih Belajar di Tenda

NUSANTARA
Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

Purbaya: Dana Pemulihan Sumatera Rp 60 T Cair jika Dokumen Lengkap

EKONOMI
Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

Pembangunan Huntap Korban Bencana Sumatera Ditargetkan Tuntas 2027

NASIONAL
Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

Bahas Pemulihan Banjir Sumatera, DPR-Pemerintah Gelar Rapat Tertutup

NASIONAL
Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

Huntap Korban Banjir Aceh Siap Dibangun di 71 Lokasi

NUSANTARA
Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

Tito: Huntara Buat Penyintas Bener Meriah Kembali Tersenyum

NUSANTARA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon