Menteri P2MI Ungkap Sederet Capaian di International Migrants Day 2025
Kamis, 18 Desember 2025 | 17:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin memaparkan sejumlah capaian strategis Kementerian P2MI sepanjang tahun 2025. Mukhtarudin menegaskan, pihaknya berkomitmen memperkuat perlindungan dan tata kelola pekerja migran Indonesia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Hingga 16 Desember 2025, Kementerian P2MI telah memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan institusi lainnya. Hal ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia.
“Kita sudah melakukan kerja sama dengan kementerian, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan beberapa lembaga lain. Termasuk meresmikan Migran Center di delapan perguruan tinggi dalam rangka peningkatan kualitas,” ungkap Mukhtarudin dalam acara International Migrants Day 2025 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Dalam aspek penempatan, Kementerian P2MI menunjukkan pencapaian melampaui target. Berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelayanan, Penempatan, dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) per 15 Desember 2025, jumlah penempatan pekerja migran yang tercatat mencapai 286.422 orang.
Dari sisi ekonomi, remitansi pekerja migran Indonesia juga meningkat. Pada 2024, remitansi tercatat sebesar Rp 253 triliun, sementara hingga kuartal ketiga 2025, data Bank Indonesia mencatat remitansi telah mencapai sekitar Rp 212 triliun.
Kementerian P2MI juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp70,6 miliar untuk penempatan pekerja migran kepada 2.382 penerima manfaat hingga 30 November 2025.
Di bidang perlindungan, Kementerian berhasil mencegah 6.525 calon pekerja migran dari keberangkatan non-prosedural sepanjang 1 Januari hingga 14 Desember 2025. Selain itu, pihaknya menangani 2.683 pengaduan, menurunkan 1.510 konten ancaman siber, dan mengoperasikan 22 shelter aktif untuk pekerja migran yang membutuhkan bantuan darurat.
Selain itu, program Desa Migran Emas kini telah berjalan di 70 desa yang tersebar di 17 kabupaten/kota dan 6 provinsi, bertujuan mendekatkan layanan migrasi aman melalui sosialisasi, edukasi, vokasi, serta penyediaan informasi.
"Kita juga melakukan program Desa Migran Emas yang dikembangkan di 70 desa yang tersebar di 17 kabupaten kota dan enam provinsi," ujar Mukhtarudin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




