ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Usulan Baru Reformasi Polri: Bintara Minimal Pendidikan S-1

Jumat, 19 Desember 2025 | 14:17 WIB
A
S
Penulis: Antara | Editor: JTO
Anggota KPRP, Mahfud MD, kumpulkan aspirasi terkait reformasi Polri ke tokoh-tokoh di Bali, Denpasar, Jumat 19 Desember 2025.
Anggota KPRP, Mahfud MD, kumpulkan aspirasi terkait reformasi Polri ke tokoh-tokoh di Bali, Denpasar, Jumat 19 Desember 2025. (Antara/Ni Putu Putri Muliantari)

Denpasar, Beritasatu.com - Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) Mahfud MD mengumpulkan aspirasi dari berbagai elemen masyarakat di Bali, Jumat (19/12/2025). Pertemuan tersebut bertujuan menghimpun kritik dan masukan konstruktif guna membenahi struktur, instrumen, hingga budaya di tubuh kepolisian, termasuk usulan bintara Polri wajib lulusan sarjana (S-1).

Salah satu masukan signifikan datang dari mantan Kepala Polda (Kapolda) Bali sekaligus Gubernur Bali 2 periode Made Mangku Pastika. Ia mengusulkan agar standar pendidikan minimal personel Polri ditingkatkan menjadi jenjang sarjana (S-1), terutama bagi mereka yang bertugas di bagian staf, reserse, hingga pembina desa.

"Bhabinkamtibmas harus berhadapan dengan kepala desa yang kini banyak berpendidikan S-2. Kurang ideal jika polisi hanya lulusan SMA dengan pendidikan kilat enam bulan. Mereka harus memiliki fondasi akademik untuk membina masyarakat," ujar Pastika di Denpasar, Jumat (19/12/2025).

ADVERTISEMENT

Selain pendidikan, aspek penampilan personel juga menjadi sorotan. Pastika menilai seragam polisi saat ini cenderung militeristik. Penggunaan sepatu bot pada personel staf memberikan kesan kaku dan menjauhkan citra polisi sebagai pengayom masyarakat yang humanis.

Menanggapi hal itu, Mahfud MD mengakui, simbol-simbol fisik seperti pakaian berpengaruh terhadap perilaku anggota di lapangan. "Banyak masukan soal penampilan. Mengapa seragamnya demikian? Citra militeristik ini yang coba kita evaluasi dalam reformasi kultural," kata Mahfud.

Mahfud juga memuji integritas Mangku Pastika saat menangani tragedi bom Bali sebagai contoh profesionalisme yang hilang. Menurutnya, saat itu misi besar berhasil diselesaikan dengan akuntabel tanpa ketergantungan penuh pada APBN, sebuah standar moral yang diharapkan kembali hadir dalam institusi Polri.

Aspirasi dari kalangan akademisi, pengusaha, hingga mahasiswa di Bali ini akan dijadikan bekal bagi KPRP dalam menyusun rekomendasi kebijakan kepada pemerintah. Reformasi Polri dianggap mendesak untuk mengembalikan marwah kepolisian dalam menjamin ketertiban umum.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tim Reformasi Polri Laporkan Rekomendasi ke Prabowo di Istana

Tim Reformasi Polri Laporkan Rekomendasi ke Prabowo di Istana

NASIONAL
Hasil Kajian-Rekomendasi Reformasi Polri Segera Diserahkan ke Prabowo

Hasil Kajian-Rekomendasi Reformasi Polri Segera Diserahkan ke Prabowo

NASIONAL
Reformasi Polri Tinggal Tunggu Lampu Hijau Presiden Prabowo!

Reformasi Polri Tinggal Tunggu Lampu Hijau Presiden Prabowo!

NASIONAL
Pemerintah Sepakat Segera Susun PP Pelaksanaan UU Kepolisian

Pemerintah Sepakat Segera Susun PP Pelaksanaan UU Kepolisian

NASIONAL
Komisi Reformasi Usul Penugasan Polri Diatur Pakai Omnibus Law

Komisi Reformasi Usul Penugasan Polri Diatur Pakai Omnibus Law

NASIONAL
Jimly: Polri Sudah Bebaskan Sejumlah Tersangka Demo Agustus 2025

Jimly: Polri Sudah Bebaskan Sejumlah Tersangka Demo Agustus 2025

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon