Begini Strategi Rekayasa Lalin dari Korlantas Polri pada Libur Nataru
Senin, 22 Desember 2025 | 22:42 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan parameter rekayasa lalu lintas (lalin) di jalan tol selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Menurut Agus, rekayasa lalu lintas di tol akan diterapkan berdasarkan traffic counting. Jika arus kendaraan mencapai 5.500 per jam berturut-turut di kilometer 50, akan dilakukan contraflow satu lajur.
Selanjutnya, apabila meningkat menjadi 6.400, contraflow lajur dua akan diberlakukan. Jika arus tetap tinggi, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga untuk kemungkinan penerapan one way di beberapa titik, seperti dari kilometer 70 hingga 188.
"Apakah perlu kita lakukan one way sepenggal tahap pertama di kilometer 70 sampai 188. Itu nanti akan kita lihat perkembangan terbarunya. Itu yang ada di jalan tol," kata Agus kepada wartawan di Command Centre Km 29, Jakarta, Senin (22/12/2025).
Selain tol di Jawa, pengaturan juga dilakukan di tol Ungaran, Solo, Solo-Jogja, serta tol di luar Jawa, yang semuanya akan dipantau melalui command center. Alternatif antisipasi juga diterapkan di jalan arteri, termasuk jalur Gadog sampai Puncak dan Puncak sampai ke Cianjur, untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan.
"Kemarin kami hadir di sana sendiri. Jadi persiapan skenario rekayasa sudah dilakukan. Dan bahkan prioritas mana yang harus dilakukan. Kalau pagi hari ini pada saat ke atas dan bila perlu nanti kalau bangkitan arus tinggi akan kita lakukan contraflow," jelasnya.
Sementara untuk wilayah Jawa Timur, rekayasa lalin juga akan diterapkan di wilayah Malang dan Batu. Selain itu, Bali juga turut diantisipasi, termasuk area wisata yang diprediksi padat. Menurut Agus, skenario rekayasa lalu lintas di Bali telah dikendalikan melalui smart city sehingga alih arus dapat disesuaikan dengan jumlah kendaraan, lokasi tujuan, dan kepadatan tempat wisata.
"Jadi skenarionya sudah kita buat dan bahkan di sana dikendalikan oleh smart city, sehingga parameter-parameter untuk alih arusnya itu dari sisi jumlah kendaraan dan jalan yang akan dituju dan tempat wisata itu sudah kita kelola dengan baik," pungkas Agus.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




