ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pidato Prabowo pada WEF 2026 Dinilai Persuasif dan Efektif Gaet Dunia

Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:58 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Strategi komunikasi Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Swiss, mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Pidato tersebut dinilai persuasif, terstruktur, dan efektif dalam menyampaikan pesan Indonesia kepada audiens global.
Strategi komunikasi Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Swiss, mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Pidato tersebut dinilai persuasif, terstruktur, dan efektif dalam menyampaikan pesan Indonesia kepada audiens global. (Youtube/YT)

Jakarta, Beritasatu.com - Strategi komunikasi Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) Davos 2026, Swiss, mendapat apresiasi dari kalangan akademisi. Pidato tersebut dinilai persuasif, terstruktur, dan efektif dalam menyampaikan pesan Indonesia kepada audiens global.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof Betty Tresnawaty, menilai Presiden Prabowo mampu mengombinasikan data konkret dengan narasi emosional yang relevan dengan isu global.

Menurutnya, penyampaian data seperti penyediaan 59,8 juta porsi makanan bergizi serta digitalisasi 288.000 sekolah dikemas secara sistematis dengan pesan kesejahteraan rakyat dan stabilitas nasional.

ADVERTISEMENT

“Presiden Prabowo berhasil menggabungkan data faktual dengan narasi emosional. Positioning Indonesia sebagai negara stabil di tengah ketidakpastian global disampaikan secara meyakinkan,” ujar Prof Betty dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menambahkan, penggunaan istilah ‘ekonomi keserakahan’ yang dibungkus dalam bahasa diplomatik menunjukkan kecakapan Presiden Prabowo melakukan code switching dalam komunikasi global.

“Dari perspektif nation branding, framing perdamaian adalah prasyarat kemakmuran merupakan langkah strategis yang membangun kredibilitas Indonesia di panggung internasional,” jelasnya.

Dari sudut pandang pendidikan nasional, Prof Betty menilai gagasan sekolah rakyat dan sekolah berasrama bagi anak-anak dari keluarga miskin sejalan dengan teori pendidikan kritis untuk memutus rantai kemiskinan struktural.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya pengawalan kebijakan secara akademis dan partisipasi masyarakat sipil agar program tersebut berjalan berkelanjutan.

“Infrastruktur digital tanpa peningkatan kapasitas guru justru bisa kontraproduktif. Klaim keberhasilan juga perlu diverifikasi secara independen dan dijamin keberlanjutannya lintas periode kepemimpinan,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo memaparkan secara rinci program makan bergizi gratis (MBG) dalam pidatonya di WEF Davos 2026, Kamis (22/1/2026) malam WIB. Program ini disebut akan segera melampaui kapasitas produksi harian restoran cepat saji terbesar dunia, McDonald’s.

Prabowo menjelaskan, MBG merupakan program unggulan pemerintah yang didanai dari hasil efisiensi anggaran sebesar US$ 18 miliar pada 2025. Program ini menyasar pelajar, balita, ibu hamil dan menyusui, serta lansia yang hidup sendiri.

“Dalam satu tahun, kami telah membangun 21.102 dapur dengan kapasitas produksi 59,8 juta porsi per hari,” ujar Prabowo.

Ia menargetkan produksi MBG akan mencapai 68 juta porsi per hari dalam satu bulan ke depan, bahkan meningkat menjadi 82,9 juta porsi per hari pada tahun ini.

Menurut Prabowo, McDonald’s membutuhkan lebih dari 50 tahun untuk mencapai kapasitas 68 juta porsi per hari, sedangkan Indonesia diproyeksikan menembus 82,9 juta porsi hanya dalam waktu sekitar dua tahun sejak program diluncurkan.

Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, Presiden Prabowo menegaskan MBG berfungsi sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Hingga kini, program tersebut melibatkan sekitar 61.000 UMKM dan menyerap 2,1 juta tenaga kerja.

Pada sektor kesehatan, pemerintah juga menjalankan program cek kesehatan gratis (CKG) yang telah menjangkau sekitar 70 juta warga dan akan terus diperluas ke kelompok usia lain. Menepis anggapan kebijakan tersebut bersifat populis, Prabowo menekankan seluruh program dirancang secara terukur dan berorientasi pada peningkatan produktivitas jangka panjang. 

“Kita akan menghemat jauh lebih banyak dalam jangka panjang, terutama dalam pembiayaan pengobatan. Ini adalah program peningkatan produktivitas nasional,” tegasnya.

Prabowo optimistis, stabilitas politik, fundamental ekonomi yang solid, serta program sosial yang inklusif akan menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan menarik minat investor global.  “Kebijakan sosial kami dirancang untuk memperluas produktivitas dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” pungkas Prabowo.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

Prabowo Dukung Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026

SPORT
Prabowo Minta Erick Benahi Kompetisi Sepak Bola demi Lolos Piala Dunia

Prabowo Minta Erick Benahi Kompetisi Sepak Bola demi Lolos Piala Dunia

SPORT
Tommy Kurniawan: Program MBG Harus Dikawal, Bukan Dicibir

Tommy Kurniawan: Program MBG Harus Dikawal, Bukan Dicibir

LIFESTYLE
Bertemu Prabowo, Herdman Ungkap Persiapan Timnas Hadapi 2 Turnamen

Bertemu Prabowo, Herdman Ungkap Persiapan Timnas Hadapi 2 Turnamen

SPORT
Dipanggil ke Hambalang, Herdman Akui Sempat Gemetar Bertemu Prabowo

Dipanggil ke Hambalang, Herdman Akui Sempat Gemetar Bertemu Prabowo

SPORT
Erick Thohir dan John Herdman Dipanggil Prabowo ke Hambalang

Erick Thohir dan John Herdman Dipanggil Prabowo ke Hambalang

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon