ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Rencana Impor Mobil Kopdes

Senin, 23 Februari 2026 | 10:30 WIB
IO
DM
Penulis: Ilham Oktafian | Editor: DM
Anggota Komisi VI DPR, Nevi Zuairina, mendesak pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut agar tidak bertentangan dengan regulasi yang berlaku. Wacana impor mobil operasional itu harus dilakukan secara hati-hati dan mengacu pada aturan perundang-undangan.
Anggota Komisi VI DPR, Nevi Zuairina, mendesak pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut agar tidak bertentangan dengan regulasi yang berlaku. Wacana impor mobil operasional itu harus dilakukan secara hati-hati dan mengacu pada aturan perundang-undangan. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana impor mobil operasional dari India untuk program Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih menuai sorotan di parlemen. Anggota Komisi VI DPR, Nevi Zuairina, mendesak pemerintah mengkaji ulang kebijakan tersebut agar tidak bertentangan dengan regulasi yang berlaku.

Dalam keterangannya, Senin (23/2/2026), Nevi menilai wacana impor mobil operasional itu harus dilakukan secara hati-hati dan mengacu pada aturan perundang-undangan. 

“Rencana impor mobil operasional untuk program Kopdes Merah Putih perlu dilakukan secara hati-hati dan wajib mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

Nevi menegaskan, kebijakan impor mobil harus merujuk pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. UU tersebut menekankan penguatan struktur industri nasional serta peningkatan penggunaan produk dalam negeri.

Menurutnya, apabila kapasitas dan spesifikasi kendaraan telah tersedia di dalam negeri, maka pemerintah wajib mengutamakan produksi nasional, bukan impor.

Selain itu, Nevi juga menyinggung Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 46 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Aturan tersebut menegaskan keberpihakan terhadap produk dalam negeri dan pembatasan impor atas barang yang sudah mampu diproduksi secara nasional.

“Impor kendaraan operasional seharusnya menjadi opsi terakhir atau last resort, bukan pilihan utama,” tegas politisi PKS tersebut.

Menurut Nevi, industri otomotif Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi yang signifikan, baik untuk kendaraan penumpang maupun kendaraan niaga ringan. Terkait hal itu, kebutuhan kendaraan operasional Kopdes Merah Putih dinilai masih bisa dipenuhi dari dalam negeri.

Ia juga mendorong pemerintah melakukan audit kebutuhan secara objektif dan membuka hasil kajian kepada publik demi menjaga transparansi dan akuntabilitas. “Setiap kebijakan impor harus sesuai ketentuan hukum dan berpihak pada kepentingan industri nasional,” ujarnya.

Komisi VI DPR menegaskan akan mencermati rencana impor mobil untuk Kopdes Merah Putih agar kebijakan tersebut tidak merugikan industri dalam negeri serta tetap sejalan dengan aturan yang berlaku.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pemerintah Siapkan Inpres Operasional Kopdes Merah Putih

Pemerintah Siapkan Inpres Operasional Kopdes Merah Putih

EKONOMI
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61 Persen Ditopang Faktor Musiman

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 5,61 Persen Ditopang Faktor Musiman

EKONOMI
Purbaya Pastikan Gaji Manajer Koperasi Tak Bebankan APBN

Purbaya Pastikan Gaji Manajer Koperasi Tak Bebankan APBN

EKONOMI
Ini Jadwal Seleksi Kompetensi dan Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih

Ini Jadwal Seleksi Kompetensi dan Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih

EKONOMI
Marak Penipuan Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih

Marak Penipuan Rekrutmen Manajer Kopdes Merah Putih

EKONOMI
50 Kendaraan Operasional Kopdes Merah Putih Klaten Disalurkan

50 Kendaraan Operasional Kopdes Merah Putih Klaten Disalurkan

JAWA TENGAH

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon