Sikapi Perang AS-Israel vs Iran, GP Ansor Ajak Perkuat Persatuan
Jumat, 6 Maret 2026 | 17:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gerakan Pemuda Ansor menyampaikan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran. Konflik tersebut dinilai berpotensi memperluas ketegangan geopolitik global serta berdampak pada stabilitas ekonomi dan keamanan dunia, termasuk bagi Indonesia.
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor, Addin Jauharudin menilai konflik di kawasan Timur Tengah bukan sekadar persoalan regional. Menurutnya, konflik tersebut memiliki implikasi luas terhadap rantai pasok energi global, stabilitas ekonomi, hingga dinamika politik internasional yang pada akhirnya juga dapat memengaruhi kondisi nasional.
Sejumlah pengamat menilai eskalasi perang di kawasan tersebut berpotensi mengganggu jalur pasokan energi dunia yang melewati Selat Hormuz. Jalur ini merupakan salah satu rute strategis bagi sekitar 20% distribusi energi global.
GP Ansor mengingatkan, dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti saat ini, bangsa Indonesia perlu mengedepankan persatuan dan menghindari polarisasi yang dapat melemahkan kekuatan nasional.
GP Ansor juga mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mengundang para mantan presiden, mantan wakil presiden, mantan menteri luar negeri, ketua umum partai politik, pimpinan ormas Islam, serta berbagai tokoh nasional untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai situasi geopolitik global serta dampaknya bagi Indonesia.
Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi kebangsaan lintas generasi kepemimpinan untuk merumuskan langkah terbaik bagi bangsa.
“Langkah Presiden Prabowo yang merangkul para tokoh bangsa merupakan teladan penting bahwa dalam menghadapi situasi global yang tidak menentu, bangsa Indonesia harus mengedepankan musyawarah, kebersamaan, dan kepentingan nasional di atas segala perbedaan,” ujar Addin Jauharudin dalam keterangan resminya, Jumat (6/3/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Addin menekankan ada dua hal yang perlu dijaga dalam menghadapi dampak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, yakni ketahanan energi dan ketahanan pangan.
“Anak muda harus mengambil peran penting dalam menjaga kedua ketahanan tersebut. GP Ansor siap membantu pemerintah dalam hal ini,” katanya.
GP Ansor juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi berbagai informasi terkait konflik internasional serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memecah belah bangsa.
“Perbedaan pandangan politik di dalam negeri tidak boleh menggerus persatuan bangsa. Dalam situasi global yang penuh gejolak, kekuatan terbesar Indonesia adalah persatuan nasional,” lanjutnya.
Dengan semangat persatuan tersebut, GP Ansor optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global sekaligus terus berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




