Arus Balik Lebaran 2026, Kapolri Minta Mudik Bertahap
Selasa, 24 Maret 2026 | 16:29 WIB
Maangupura, Beritasatu.com - Arus balik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 mulai terlihat di sejumlah ruas jalan dan penyeberangan. Untuk mengantisipasi kepadatan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan balik secara bersamaan.
Imbauan tersebut disampaikan kapolri saat meninjau langsung situasi arus balik Lebaran 2026 di Bali. Ia didampingi Kakorlantas Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dalam rapat koordinasi di Command Center ITDC, Nusa Dua, Bali, Selasa (24/3/2026).
Kapolri menjelaskan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 hingga 27 Maret 2026. Oleh karena itu, masyarakat diminta memanfaatkan waktu secara fleksibel agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di satu waktu.
“Arus balik sudah mulai terjadi hari ini, tetapi kami mengimbau agar pemudik tidak pulang secara bersamaan. Masih ada waktu hingga puncaknya pada 27 Maret,” ujarnya
Dalam rapat tersebut, kepolisian bersama stakeholder membahas strategi pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, baik dari sektor pariwisata maupun arus balik Lebaran. Secara umum, situasi dilaporkan berjalan lancar.
Kapolri juga mengungkapkan jumlah pemudik tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, angka kecelakaan lalu lintas justru menunjukkan tren penurunan. “Kami berharap tren positif ini bisa dipertahankan hingga arus balik selesai,” tambahnya.
Pada sisi lain, aktivitas pariwisata di Bali juga mengalami peningkatan. Meski sedang memasuki periode low season, jumlah wisatawan domestik tercatat naik sekitar 1,49% dibandingkan hari biasa.
Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada jalur penyeberangan, termasuk di wilayah Ketapang, Banyuwangi, yang menjadi akses utama menuju Bali. Rekayasa lalu lintas terus diterapkan untuk memastikan kelancaran arus kendaraan, meskipun cuaca kerap diguyur hujan.
Sebelumnya, kepadatan parah sempat terjadi di kawasan Gilimanuk menjelang Idulfitri, dengan antrean kendaraan mencapai 39 kilometer. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan pemudik yang berangkat lebih awal untuk menghindari bertepatan dengan hari raya Nyepi.
Penumpukan kendaraan juga didominasi truk logistik dan kendaraan sumbu tiga. Namun, berkat rekayasa lalu lintas yang diterapkan kepolisian, situasi berangsur normal.
Meski sempat terjadi hambatan, termasuk kendaraan yang tertahan saat perayaan Nyepi pada 19 Maret 2026, kondisi arus lalu lintas kini mulai terkendali seiring upaya pengaturan yang dilakukan secara intensif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




