Antrean Pelabuhan Ketapang Capai 8 Km, Ini Upaya ASDP
Senin, 30 Maret 2026 | 09:25 WIB
Banyuwangi, Beritasatu.com - Puncak arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, diwarnai kemacetan parah. Antrean kendaraan dari arah Bali menuju Pulau Jawa mengular hingga sekitar 8 kilometer (Km), Senin (30/3/2026).
Kepadatan mulai terjadi sejak malam hari dan terus meningkat hingga siang. Ribuan kendaraan memadati jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, didominasi sepeda motor, mobil pribadi, bus antarkota, serta kendaraan travel.
Untuk mengurai kemacetan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan 35 unit kapal secara maksimal. Selain itu, diterapkan sistem tiba, bongkar, berangkat (TBB) guna mempercepat proses bongkar muat di dermaga.
Namun, tingginya volume kendaraan membuat waktu tunggu tetap panjang. Rata-rata penumpang harus mengantre lebih dari 5 jam sebelum dapat menyeberang.
Aparat kepolisian turut menerapkan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup di sejumlah lokasi menuju pelabuhan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penumpukan kendaraan di area dermaga.
Kendaraan yang diprioritaskan masuk pelabuhan meliputi sepeda motor, mobil pribadi, bus, dan kendaraan travel, mengingat tingginya jumlah pemudik.
Salah satu calon penumpang, Fikri, mengaku telah mengantre sejak malam hari.
“Ini macet parah, Mas. Dari semalam mengantre, ini saya sudah mengantre selama 5 jam lebih,” ujarnya.
Lonjakan Pemudik Sepeda Motor
PT ASDP Indonesia Ferry juga menyiapkan kapal feri khusus untuk mengangkut sepeda motor. Kebijakan ini diambil karena terjadi lonjakan signifikan pemudik roda dua pada arus balik H+7 Lebaran 2026.
Wakil Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Yossianis Marciano mengatakan pihaknya memaksimalkan armada untuk mengangkut sepeda motor secara penuh.
“Pemudik sepeda motor mengalami lonjakan sangat tinggi, sehingga beberapa kapal feri kami optimalkan khusus untuk kendaraan roda dua,” ujarnya.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran 2026 Pelabuhan Ketapang, dalam 12 jam (00.00–12.00 WIB) tercatat 3.438 sepeda motor, 2.204 mobil pribadi, 667 truk, dan 272 bus telah menyeberang, dengan total 22.804 penumpang.
Yossianis menjelaskan sepeda motor menjadi prioritas utama, disusul bus penumpang, dan kendaraan roda empat.
Strategi ini diterapkan untuk mengurangi antrean di area parkir, dermaga, serta jalur arteri menuju pelabuhan.
“Kami terus berupaya mengurai antrean kendaraan dengan mengutamakan kendaraan penumpang agar dapat segera menyeberang,” katanya.
Ia juga menyebut antrean kendaraan logistik yang sempat terjadi telah terurai. Antrean tersebut merupakan bagian dari sistem delaying system yang diterapkan di buffer zone.
Pihak ASDP menegaskan akan terus mengoptimalkan pelayanan penyeberangan serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengatasi kepadatan selama puncak arus balik Lebaran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




