Dari 129.764 ha, Baru 37.709 ha yang Potensial Jadi Hunian Vertikal
Jumat, 17 April 2026 | 17:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyiapkan penyediaan lahan di berbagai wilayah untuk mendukung pembangunan hunian vertikal dan kota satelit.
Ia menjelaskan, Kementerian ATR/BPN telah menyiapkan lahan di sejumlah daerah guna mendukung pembangunan hunian vertikal. Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan pengembangan kota baru sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan di kota-kota besar.
Langkah tersebut merupakan bagian dari penguatan dukungan terhadap Program Strategis Nasional (PSN), khususnya dalam sektor perumahan dan kawasan permukiman.
Menurut Nusron, dukungan ini diwujudkan melalui penyediaan lahan dalam skala besar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.
Ia mengungkapkan, total indikasi lahan yang telah terdata mencapai lebih dari 129 ribu hektare. Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 37.709 hektare dinilai benar-benar potensial untuk dimanfaatkan dalam waktu dekat.
“Data awal menunjukkan terdapat sekitar 129.764 hektare lahan yang teridentifikasi. Namun, yang benar-benar potensial saat ini sekitar 37.709 hektare,” ujar Nusron dilansir dari Antara, Jumat (17/4/2026).
Untuk kawasan perkotaan, pemerintah memprioritaskan pembangunan hunian vertikal, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sementara itu, pengembangan kota satelit disiapkan pada lahan dengan skala yang lebih luas.
“Untuk kota satelit, kebutuhan lahannya minimal antara 30 hingga 120 hektare per lokasi. Sedangkan untuk pengembangan kawasan tertentu bisa mencapai 100 hektare atau lebih,” jelas Nusron.
Pada sisi lain, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai ketersediaan lahan menjadi faktor kunci dalam keberhasilan PSN.
“Kami memiliki konsep sederhana untuk melaksanakan program 3 juta rumah. Kami ingin tanah untuk pembangunan rumah ini dapat tersedia,” ujar Maruarar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 21 Juni: Hujan Ringan pada Malam Hari




