ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dari Lapak Gudeg ke Tanah Suci, Kisah Pasutri Sleman Berangkat Haji

Jumat, 17 April 2026 | 19:34 WIB
OW
S
Penulis: Olena Wibisana | Editor: JTO
Pasutri penjual gudeg di Sleman bersiap berangkat haji setelah menabung selama 14 tahun.
Pasutri penjual gudeg di Sleman bersiap berangkat haji setelah menabung selama 14 tahun. (Beritasatu.com/Olena Wibisana)

Sleman, Beritasatu.com - Di bawah rindang pohon rambutan di pinggir jalan Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, harapan itu dirajut perlahan. Bukan dalam hitungan hari atau bulan, melainkan bertahun-tahun penuh kesabaran. Dari piring demi piring gudeg yang terjual, pasangan suami istri Rahudin Hasan dan Siti Koringah akhirnya menjemput panggilan berhaji ke Tanah Suci.

Perjalanan mereka bukan kisah instan. Sejak mendaftar haji pada 2012, keduanya harus menunggu selama 14 tahun. Di balik waktu yang panjang itu, ada ketekunan luar biasa, yakni menyisihkan uang hasil berdagang setiap hari, meski jumlahnya tak besar.

Setiap hari, Rahudin dan Siti menyisihkan sekitar Rp 50.000 hingga Rp 100.000 dari keuntungan berjualan gudeg. Sedikit demi sedikit, tabungan itu dikumpulkan hingga akhirnya mampu melunasi biaya haji sekitar Rp 50 juta.

ADVERTISEMENT

“Kalau ada sisa uang, kami tabung di rumah dahulu. Kalau sudah cukup banyak baru dimasukkan ke bank. Kira-kira setiap hari bisa menyisihkan Rp 100.000. Waktu dapat kabar dari Kemenhaj, kami kaget dan terharu, tidak menyangka bisa berangkat haji tahun ini,” ungkap Siti Koringah, Jumat (17/4/2026).

Dari lapak sederhana di bawah pohon, mereka kini bersiap menjadi tamu Allah Swt. Perjuangan panjang itu menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang, selama ada keteguhan hati dan keuletan.

Meski usia tak lagi muda, Rahudin 61 tahun dan Siti 52 tahun, keduanya tak ingin berangkat tanpa persiapan matang. Mereka tekun menjaga kondisi fisik dan memperdalam pengetahuan tentang ibadah haji.

“Menyiapkan fisik dari mulai manasik, tes kesehatan, dan kebugaran. Selain itu memperdalam pengetahuan tentang haji, ikut manasik dan juga belajar dari YouTube untuk menambah wawasan,” kata Rahudin.

Kini, langkah mereka semakin dekat menuju impian yang selama ini diperjuangkan. Pasangan penjual gudeg ini dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada 24 April 2026 melalui kloter Yogyakarta membawa doa, harapan, dan kisah keteguhan yang tak lekang oleh waktu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

Daftar 12 Jemaah Haji Aceh yang Wafat di Tanah Suci

NASIONAL
Temui Prabowo, Menteri Haji Beberkan Terobosan untuk Jemaah

Temui Prabowo, Menteri Haji Beberkan Terobosan untuk Jemaah

NASIONAL
Jemaah Haji Asal Indramayu Meninggal di Pesawat Saat Perjalanan Pulang

Jemaah Haji Asal Indramayu Meninggal di Pesawat Saat Perjalanan Pulang

JAWA BARAT
3.101 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali ke Tanah Air

3.101 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali ke Tanah Air

NASIONAL
Wamenhaj Minta Debarkasi Haji Dipercepat Tanpa Seremonial

Wamenhaj Minta Debarkasi Haji Dipercepat Tanpa Seremonial

JAWA TIMUR
Pungli Tawaf Lansia Terungkap, Menhaj: Itu Ranah Pengelola

Pungli Tawaf Lansia Terungkap, Menhaj: Itu Ranah Pengelola

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon