ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kedai Kopi Yoi Gerakkan Pedagang Bagikan Masker Gratis di Serui

Rabu, 8 April 2020 | 11:04 WIB
YD
YD
Penulis: Yudo Dahono | Editor: YUD
Pembagian masker gratis kepada mama-mama yang berdagang di pasar tradisional Aroro Iroro, Serui, Kepulauan Yapen, Papua.
Pembagian masker gratis kepada mama-mama yang berdagang di pasar tradisional Aroro Iroro, Serui, Kepulauan Yapen, Papua. (ist)

Serui, Beritasatu.com - Kedai kopi Yoi menggerakkan pedagang online dan didukung oleh Komunitas Pendidikan Bilangan Yapen untuk membagikan masker gratis kepada mama-mama Papua yang berdagang di pasar-pasar dan kepada pedagang kaki lima serta ojek online yang beroperasi di seputaran pasar tradisional Aroro Iroro, Serui, Kepulauan Yapen, Papua.

Agies Pranoto kordinator aksi sosial ini mengatakan sekalipun di kepulauan Yapen belum terindikasi penduduk terinfeksi virus corona, tapi dia melihat perlu lebih awal mengantisipasi agar masyarakat tidak menjadi korban.

"Tidak banyak yang kami kumpulkan, hanya 400 masker saja yang kami pesan melalui tukang jahit di Serui agar para penjahit juga diberdayakan bisa mendapat pemasukan, dan masker kami bagikan secara gratis kepada para mama Papua, pedagang kaki lima juga ojek-ojek online," katanya, Rabu (8/4/2020).

"Kami berharap virus corona tidak masuk sampai kesini karena belum ada informasi mengenai itu, semoga saja tidak, sebab itu kami membantu mengantisipasinya melalu pembagian masker ini kepada masyarakat, dan melalui gerakan ini kami juga mengimbau agar para pengusaha dan semua pihak juga melakukan hal yang sama agar bisa membantu meringankan beban masyarakat, tidak hanya membantu APD tapi juga sembako, sebab sosial distancing disini juga membuat orang-orang tidak bisa berusaha lagi seperti biasanya," imbuh dia.

ADVERTISEMENT

Agies juga berterima kasih kepada para penjahit di Yapen sebab telah membantu dengan memberikan harga murah juga menambah jumlah masker sekalipun mereka dalam keadaan sulit, dia juga meminta kepada para pejabat pemerintahan di Yapen agar tidak membuat masker dari luar pulau, karena selain mahal transportasi kapal kadangkala jarang masuk.

"Semoga mama-mama Papua bisa berjualan dengan tenang sekarang, karena sebelumnya mereka hanya menggunakan kain ala kadarnya utk menutup mulut, kami secara berkala akan mencoba membantu membagikan masker ini lagi," pungkas Agies.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon