ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

JK Minta Pernyataannya Soal Demokrasi dan Kritik Tak Disalahartikan

Senin, 15 Februari 2021 | 16:23 WIB
MS
WM
Penulis: Markus Junianto Sihaloho | Editor: WM
Jusuf Kalla.
Jusuf Kalla. (Antara/Hafidz Mubarak A)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) meminta semua pihak untuk tidak salah mengartikan pernyataannya beberapa waktu lalu soal demokratisasi terkait cara mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi.

Pernyataan itu disampaikan JK saat menjadi pembicara dalam acara Mimbar Demokrasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada 12 Februari 2021.

Menurut JK, pernyataannya tersebut sebenarnya hendak mewakili kegelisahan masyarakat dan betujuan untuk kebaikan pemerintah itu sendiri. Karena itu, JK berharap agar para pihak tidak terlalu reaktif menanggapi hal tersebut.

Sebab bagi JK, dalam sebuah pemerintahan demokrasi, kritik adalah hal yang sangat penting. Kritik adalah bagian dari koreksi jalannya roda pemerintahan.

ADVERTISEMENT

"Apabila pemerintahan ingin berjalan secara demokratis, maka penting ada check and balancing. Dan apa yang saya kemukakan itu berwujud pertanyaan dan itu wajar. Bahwa bagaimana dong caranya mengkritik tanpa dipanggil polisi? Itu murni pertanyaan dan banyak menanggapinya secara berbeda-beda terutama buzzer-buzzer ini kan? Ini kesannya bertanya saja tidak boleh, apalagi mengkritik. Padahal pertanyaan saya sederhana sekali, yaitu bagaimana caranya mengkritik," beber JK dalam keterangannya yang disampaikan Tim Media JK kepada wartawan, Senin (15/2/2021).

Terkait tanggapan dari Pemerintah terkait pertanyaannya itu, JK mengaku dirinya sangat mengapresiasi penjelasan dari pihak pemerintah. JK memantau bahwa Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman telah memberikan penjelasan tentang bagaimana caranya mengkritik. Menurutnya, itu yang harus dilakukan dalam menanggapi pertanyaannya. Tidak dengan tafsir yang macam-macam.

"Saya berterima kasih sudah dijawab pemerintah melalui Jubir Presiden Saudara Fadjroel dan itu penting. Sehingga masyarakat apalagi aktivis sudah tahu bagaimana caranya mengkritik dengan baik," kata JK.

"Ini penting karena maksud saya bertanya seperti itu, dan itu betul-betul keluar dari hati saya, adalah ingin melihat bagaimana caranya agar pemerintah ini baik dan masyarakat juga baik. Jangan disalah artikan dan diberi tafsir yang macam macam," jelas JK.

JK juga meminta agar para pendukung setia Presiden Jokowi sejalan dengan keinginan sang presiden. Diingatkan JK, Presiden Jokowi sendiri yang meminta masyarakat untuk mengkritiknya.

"Sekarang presiden sendiri yang membuka peluang untuk kritik itu dan itu bagus sekali. Tapi caranya harus dijelaskan. Supaya baik untuk pemerintah, dan baik untuk masyarakat," kata JK.

"Jadi apakah saya salah kalau mengajukan suatu pertanyaan? Nah dari situ kita bisa melihat karakter mereka yang mempersoalkan pertanyaan tersebut. Itu artinya mereka antikritik dan bertentangan dengan Jokowi, ya para buzzer-buzzer itu," pungkas JK.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Soal Polemik Video Viral JK, Grace Natalie: Pernyataan Saya Normal

Soal Polemik Video Viral JK, Grace Natalie: Pernyataan Saya Normal

NASIONAL
Pakar UI: Sikap Gibran ke JK Tunjukkan Komunikasi Politik Matang

Pakar UI: Sikap Gibran ke JK Tunjukkan Komunikasi Politik Matang

NASIONAL
Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

Kritik JK Soal Jokowi, Golkar: Tokoh Senior Harus Bijak

NASIONAL
Gibran Sebut Jusuf Kalla sebagai Mentor dan Idola

Gibran Sebut Jusuf Kalla sebagai Mentor dan Idola

NASIONAL
Jusuf Kalla Dibela Tokoh Malino, Isu Penistaan Agama Dibantah

Jusuf Kalla Dibela Tokoh Malino, Isu Penistaan Agama Dibantah

NASIONAL
Klarifikasi Ceramah Viral, Jusuf Kalla: Agama Bukan Alat Konflik

Klarifikasi Ceramah Viral, Jusuf Kalla: Agama Bukan Alat Konflik

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon