Mafia Tanah Bergentayangan, BPN Ingatkan Jangan Serahkan Sertifikat ke Pihak Lain
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mafia Tanah Bergentayangan, BPN Ingatkan Jangan Serahkan Sertifikat ke Pihak Lain

Sabtu, 20 Februari 2021 | 09:35 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Jajaran Polda Metro Jaya berhasil membekuk dan menetapkan 15 orang tersangka kasus dugaan mafia tanah yang berupaya mencaplok tanah dan bangunan milik keluarga mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. Kasus ini menunjukkan sindikat mafia tanah masih bergentayangan untuk mencaplok tanah-tanah masyarakat melalui beragam modus.

Untuk itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengingatkan masyarakat untuk menjaga surat-surat berharga, termasuk sertifikat tanah. BPN mengingatkan untuk tidak pernah menyerahkan sertifikat kepada pihak yang tidak dikenal.

"Jangan memperlihatkan sertifikat kepada orang yang tidak dikenal. Jangan menyerahkan, jangan menitipkan kepada orang lain, PPAT atau siapa saja. Sebaiknya jangan. Simpan di rumah saja," kata Staf Khusus Menteri ATR/ Kepala BPN Bidang Kelembagaan Teuku Taufiqulhadi kepada Beritasatu.com, Sabtu (20/2/2021).

Dikatakan, kalaupun masyarakat khawatir karena sertifikat tanahnya sangat berharga, Taufiqulhadi menyarankan untuk menyimpannya di Deposito Bank. Demikian pula bila ingin mengurus surat-surat tanah ke Kantor BPN, Taufiqulhadi menyarankan masyarakat untuk mengurusnya sendiri.

"Jangan dititipkan kepada orang lain. Kalau mau mengurus ke BPN lebih baik datang sendiri, jangan suruh orang lain," katanya.

Peringatan ini disampaikan Taufiqulhadi lantaran sindikat mafia tanah memiliki beragam modus untuk mencaplok tanah masyarakat. Layaknya sindikat kejahatan lainnya, mafia tanah melibatkan banyak aktor untuk menjalankan praktik culasnya. Modus paling umum, katanya, mafia tanah memalsukan identitas pemilik sertifikat, seperti KTP. Tak hanya itu, mafia tanah juga dapat memalsukan girik dan meminta kepala desa untuk mengakui girik tersebut sebagai girik yang benar. Kalaupun digugat ke pengadilan, mafia tanah tak segan menyuap aparat pengadilan untuk memenangkan perkaranya.

"Mafia itu juga bisa bermain di pengadilan. Menyogok pengadilan. Macam-macam Itulah mafia. Jadi modusnya macam-macam," katanya.

Untuk memberantas mafia tanah, kata Taufiqulhadi, Kementerian ATR/BPN terus meningkatkan kerja sama dengan kepolisian dan kejaksaan melalui Satgas Anti Mafia Tanah. Kerja sama ini telah membongkar sejumlah kasus mafia tanah, salah satunya yang dialami keluarga Dino Patti Djalal.

Peringatan agar masyarakat tidak dengan mudah menyerahkan sertifikat tanah telah berulang kali disampaikan Kementerian ATR/BPN. Salah satunya disampaikan Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Kementerian ATR/BPN, R. B Agus Wijayanto saat menghadiri konferensi pers bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran terkait penetapan 15 orang tersangka kasus dugaan penipuan jual-beli rumah yang menimpa keluarga Dino Patti Djalal di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/2/2021).

"Ke depan bagi masyarakat saat melakukan jual beli juga jangan mudah untuk menyerahkan sertifikat kepada seseorang baik itu calon pembeli atau pilihlah notaris yang dikenal," kata Agus.

Tak hanya pemilik sertifikat, Agus juga meminta masyarakat yang ingin membeli tanah untuk meneliti terlebih dahulu sertifikat tanah yang akan dibeli.

"Demikian juga pembeli. Cek dlu sertifikatnya apakah sertifikat ini bermasalah atu tidak. Oleh karena itu memang supaya dengan ketentuan akan ada peralihan hak juga harus dilakukan pengecekan sertifikat di kantor pertanahan," katanya.
Untuk mencegah terjadinya pemalsuan oleh sindikat mafia tanah, Agus menyatakan, pihaknya akan terus memperbaiki kualitas sertifikat tanah.

"Kami BPN terus akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas produk kita supaya tidak mudah dilakukan pemalsuan-pemalsuan," kata Agus.

Saat ini, kata Agus, pihaknya sedang mempersiapkan untuk meluncurkan digitalisasi dan pelayanan elektronik. Agus meyakini, digitalisasi dapat mencegah terjadinya pemalsuan.

"Ke depan dengan langkah-langkah digital warkah itu tidak akan mudah dipalsukan. Tidak akan bisa diambil karena semua ada backup di sistem. Demikian juga dengan sertifikat. Sertifikat yang utama itu yang ada di data," katanya.

Agus mengatakan, saat ini, kualitas produk sertifikat tanah sudah baik dan sulit untuk dipalsukan. Untuk itu, sebagian besar mafia tanah tak membawa sertifikat palsu ke BPN karena akan dengan mudah dideteksi petugas BPN.

"Namun yang dibawa ke BPN adalah sertifikat yang asli. Yang palsu yang diserahkan kepada pemilik sehingga pemilik tidak tahu kalau sudah dipalsukan," katanya.

Diketahui, Polda Metro Jaya menetapkan 15 orang sebagai tersangka kasus mafia tanah dari tiga laporan polisi yang dibuat keluarga Dino Patti Djalal. Dalam menjalankan aksinya kelompok mafia tanah ini berbagi peran. Terdapat pihak yang bertindak selaku aktor intelektual, pihak yang menyiapkan sarana dan prasarana, bahkan terdapat pihak yang berperan sebagai figur atau yang mengaku pemilik atas tanah dan bangunan, pihak yang mengaku pemilik sertifikat hingga pihak yang berperan sebagai staf PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah).

Terkait kasus ini, Agus mengatakan, modus tersebut salah satu modus yang dilancarkan mafia tanah. Sindikat tersebut berupaya mengaburkan status suatu tanah sehingga bisa beralih dengan menggunakan figur yang berperan sebagai pemilik tanah dan bangunan. Dikatakan, sesuai kewenangannya, Kementerian ATR/BPN bersifat administratif dengan data yang dimiliki data formal. Untuk itu, dalam membongkar sindikat mafia tanah, Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan aparat Kepolisian dan Kejaksaan dengan membentuk tim Satgas Mafia Tanah.

"Kita akan terus bekerja sama di dalam penanganan kasus-kasus pertanahan yang terindikasi mafia tanah," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gelar Baksos, Brigez Ingatkan Masyarakat Patuh Protokol Covid-19

Kegiatan bakti sosial yang digelar Brigez di Bandung berupa pembersihan dan penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan makanan.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Konsep Ekonomi Sirkular Jadi Salah Satu Solusi Atasi Sampah Plastik

Danone Aqua mengusung konsep ekonomi sirkular sebagai satu solusi untuk memecahkan masalah sampah plastik di Indonesia.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Bamsoet Kukuhkan Pengurus Perikhsa Periode 2021-2025

Ketua MPR RI selaku Ketua Umum Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Api Bela Diri (Perikhsa) mengukuhkan pengurus Perikhsa periode 2021-2025.

NASIONAL | 20 Februari 2021

Berkas Perkara 13 Tersangka Korporasi Kasus Korupsi Jiwasraya P-21

Kejagung menyatakan berkas perkara untuk 13 tersangka perusahaan manajer investasi (MI) dalam kasus korupsi Jiwasraya sudah P 21 atau lengkap

NASIONAL | 19 Februari 2021

Menko Polhukam Bentuk 2 Tim Revisi UU ITE

Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan, kementeriannya membentuk dua tim untuk melakukan revisi UU 11/2018 tentang ITE

NASIONAL | 19 Februari 2021

Ini Syarat Ormas Lakukan Vaksinasi Massal Covid-19 untuk Lansia

Ormas atau institusi harus bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan atau dinas kesehatan untuk menyelenggarakan vaksinasi massal Covid-19 untuk Lansia.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Retas dan Jual Data Situs Kejagung, Pelajar SMA Dilepaskan

MFW yang diamankan di Lahat, Sumatera Selatan, langsung dibawa ke Gedung Kejaksaan Agung untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Polrestabes Medan Cokok Ayah Perkosa 5 putrinya

Penangkapan tersangka menindaklanjuti laporan ibu korban yang mengakui kelima anaknya menjadi korban pelecehan seksual oleh suaminya.

NASIONAL | 19 Februari 2021

KPK Cecar Hotma Sitompoel Soal Pembayaran Fee Lawyer

KPK mencecar Hotma mengenai pembayaran fee lawyer karena membantu menangani persoalan hukum di Kemsos saat dipimpin Juliari.

NASIONAL | 19 Februari 2021

Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Jawa Barat

Bantuan diberikan secara langsung kepada masyarakat terdampak banjir di Kecamatan Pamanukan Kabupaten Subang, wilayah Cikampek dan Tirtamulya Kabupaten Karawang

NASIONAL | 19 Februari 2021


TAG POPULER

# PPKM Level 4 Diperpanjang


# Akidi Tio


# Greysia Polii


# Olimpiade Tokyo


# Anthony Ginting



TERKINI

Lippo Cikarang dan Delta Silicon Bantu Masyarakat Atasi Dampak Pandemi

EKONOMI | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS