Rayakan HUT ke-48 dan Hari Lingkungan Hidup, PDIP Umumkan Pemenang Lomba Karya Tulis Ilmiah
Minggu, 6 Juni 2021 | 14:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Badan Penelitian Pusat (Balitpus) PDIP mengadakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI). Kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan HUT PDIP ke-48 sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup dan menyongsong Bulan Bung Karno Juni 2021. Tahapan pelaksanaan kegiatan LKTI dimulai 1 April 2021 hingga pengumuman pemenang yang diselenggarakan secara virtual, Sabtu (5/6/2021).
Sekretaris Balitpus PDIP Lukita Tuwo mengatakan, PDIP selaku partai pelopor, konsisten mendorong politik hijau, dan siap bergotong-royong bersama seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan lingkungan hidup lestari generasi saat ini hingga generasi ke depan. Untuk itu, pihaknya mengadakan kegiatan ini, sekaligus memperingati HUT PDIP yang ke-48.
"Dari total 104 peserta yang mengikuti LKTI ini, Dewan Juri menetapkan peserta yang lolos ke tahap Presentasi dan Wawancara Pendalaman Materi Karya Tulis Ilmiah sebanyak 19 nominasi peserta terbaik, dengan rincian 6 peserta untuk kategori pelajar, 7 peserta untuk kategori mahasiswa dan 6 peserta untuk kategori perempuan," kata Lukita.
Pemenang Lomba
Ada pun pemenang lomba LKTI, untuk kategori pelajar, Juara I dimenangkan oleh Hisanifa Arifani dengan judul Hubungan Civic Responsibility, Tindakan Pencemaran Sungai, dan Kualitas Air Sungai Bengawan Solo Di Desa Kadungrejo.
Juara II Sipa Silpana Putri dengan judul Sungai Ciliwung Melalui Metode Konservasi Agronomi Berbasis Kolaborasi Guna Mencegah Alih Fungsi Daerah Aliran Sungai. Juara III Ni Putu Xyieloveeda Sequioa dengan judul Perencanaan Konsep Taman Jadaseki Sebagai Sarana Konservasi Das Cisadane Berbasis Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Sunda.
Sedangkan, Juara Harapan I Ni Kadek Karina Dewi dengan judul Eksistensi Clean Up Tegallalang (Cut) Dalam Rangka Mewujudkan Tri Hita Karana Menuju Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Disusul, Juara Harapan II Elisabeth Violina dengan judul Kesesuaian Politik Hijau Dalam Memecahkan Akar Permasalahan Revitalisasi Sungai Citarum.
Kemudian, Juara Harapan III dimenangkan oleh Najla Khaulah Safinatunnajah dengan judul Rancangan Pemberdayaan Karang Taruna Dalam Upaya Pemeliharan Sungai Dengan Proses Recycling Sampah Organik Untuk Menghasilkan Ulat Maggot (Hermetia Illucens) Sebagai Pakan Ternak.
Sementara itu, untuk kategori Mahasiswa, Juara I dimenangkan oleh Fernaldi Gradiyanto dengan judul Skema Pembiayaan Konservasi Air Berbasis Prinsip Ekonomi Lingkungan Hidup Di Daerah Aliran Sungai Rawan Banjir.
Juara II Damar Abhinawa dengan judul Drip Irrigation Solusi Pelestarian Sungai Sebagai Jalan Peradaban Melalui Politik Hijau. Juara III Bukhori Muslim dengan judul Sipalu: Sistem Pengolahan Air Limbah Tahu Menggunakan Metode Elektrokoagulasi Tenaga Surya Berbasis Internet Of Things (IoT) Guna Melindungi Ekosistem Sungai Di Indonesia.
Kemudian, Juara Harapan I Muhamad Handrea Jovano dengan judul Pengaruh Limbah Industri Tahu Terhadap Kualitas Sungai Di Kota Solok Dan Penerapan Green Politic Di Kota Solok. Juara Harapan II Yudha Adi Putra dengan judul Pandemi Covid-19, Perubahan Kebiasaan, Dan Perilaku Masyarakat Dalam Pemanfaatan Sungai: Studi Kasus Sungai Di Sleman.
Juara Harapan III I Gede Kariasa dengan judul "Tenget": Konsep Bali Mula Dalam Menjaga Kelestarian Sungai. Juara Harapan IV Kadek Siska Wulandari dengan judul Green Politics "Penyelamatan Daerah Aliran Sungai (Das) Dari Alih Fungsi Lahan".
Selanjutnya untuk kategori Perempuan, Juara I Narwati dengan judul Potensi Pemanfaatan Daerah Aliran Sungai Di Kabupaten Bengkayang Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro /PLTMH.
Juara II Dwi Cahyanti dengan judul Analisis Faktor Penyebab dan Upaya Pengendalian Pencemaran Sungai Cileungsi. Juara III Liviana Makrufah, S.Hut dengan judul Sungai Perkotaan: Ciliwung di Abad Ke-20 dan Bagaimana Ibukota Bekerja dengan Banjir.
Juara Harapan I Deli Bunga Saravistha dengan judul Pengejawantahan Prinsip Deklarasi Rio De Jenairo Di Desa Adat Sebagai Optimalisasi Politik Hijau. Juara Harapan II Dana Okta Fitriasari dengan judul Membentuk Karakter Sadar Lingkungan Melalui Implementasi Politik Hijau. Juara Harapan III Siti Muslimah dengan judul Pengelolaan Kawasan Sungai Berbasis Masyarakat, Studi Kasus Kawasan Sungai di Kecamatan Sayung, Demak, Jawa Tengah.
"Kami harap melalui kegiatan ini dapat menjadi penuntun penggerak kesadaran masyarakat luas, 104 peserta ikut dan berasal dari beberapa provinsi. Bali menjadi provinsi yang paling banyak partisipasi pesertanya," Ujar Lukito.
Para dewan juri dari LKTI diketuai Dr A Sonny Keraf, mantan menteri Lingkungan Hidup Kabinet Gotong-Royong, I Made Urip selaku ketua DPP PDIP bidang Pangan, Pertanian dan Lingkungan Hidup, Willy Midel Yoseph, anggota DPR Komisi VII, Agnes Sri Poerbasari, dosen Universitas Indonesia, Risma Umar, ketua Dewan Nasional Walhi, serta Sandyawan Sumardi, aktivis Konservasi DAS Ciliwung.
Dukung Politik Hijau
Sementara, Sukur Nababan, ketua DPP PDIP bidang Keanggotaan dan Organisasi mengungkapkan, ketua umum PDIP sangat mendukung dan fokus apa yang dinamakan politik hijau.
"Untuk itu bentuk-bentuk kegiatan politik hijau seperti penanaman pohon dan kegiatan lomba seperti ini yang dibantu langsung oleh seluruh struktural partai diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumbangsih partai terkait dengan membangun politik hijau di bumi Indonesia," jelas Nababan.
Restu Hapsari selaku ketua panitia pelaksana LKTI menambahkan, seluruh karya tulis terbaik dari para peserta LKTI akan dibukukan dan sebagai dokumentasi Balitpus PDIP dan akan ditindaklanjuti di daerah-daerah yang terkait.
"Melalui Balitpus PDIP karya tulis yang sudah masuk akan kami bukukan dan tindaklanjuti untuk dikembangkan dan dilaksanakan dalam menggerakkan politik hijau di daerah-daerah," tandas Restu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




