ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemdagri Dorong Penguatan Sistem Kepartaian yang Sehat

Rabu, 16 Juni 2021 | 15:10 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Pol dan PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Bahtiar, dalam Penyelenggaraan Program Pendidikan  Singkat Angkatan (PPSA) XXIII Tahun 2021 Lemhanas, yang dilaksanakan secara virtual, Rabu, 16 Juni 2021.
Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjen Pol dan PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri), Bahtiar, dalam Penyelenggaraan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII Tahun 2021 Lemhanas, yang dilaksanakan secara virtual, Rabu, 16 Juni 2021. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) mendorong sistem kepartaian yang sehat. Salah satunya, melalui pembiayaan partai politik (Parpol).

Hal itu disampaikan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Pol dan PUM) Kemdagri, Bahtiar dalam Penyelenggaraan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII Tahun 2021 Lemhanas dengan tema paparan "Kaderisasi Pimpinan Nasional oleh Parpol, antara Idealisme dan Realita" yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (16/6/2021).

"Kita harus mendorong sistem kepartaian yang sehat, mau tidak mau, harus ada alokasi keuangan negara yang cukup signifikan pada parpol. Supaya parpol itu sehat, lebih baik parpol mendapatkan sumber keuangan yang sah secara perundang-undangan, dibandingkan jika kita biarkan parpol survival dengan cara-cara yang bermasalah," kata Bahtiar.

Menurut Bahtiar, di era reformasi yang menuntut paradigma baru penempatan sistem kepartaian yang tepat dalam sistem ketatanegaraan, kebangsaan, dan masyarakat, parpol perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari sebuah sistem demokrasi.

ADVERTISEMENT

"Sebagaimana amanat undang-undang, parpol mengemban fungsi yang penting bagi kehidupan berdemokrasi, misalnya saja sebagai sarana pendidikan politik dan kaderisasi atau rekrutmen. Parpol ini bukan hanya sekedar peserta pemilu, tapi justru sumber kaderisasi pemimpin negara baik di nasional maupun daerah," ujarnya.

Sebagai bagian dari sistem demokrasi yang tidak dapat dipisahkan, parpol memiliki peranan penting untuk dapat menghasilkan pemimpin masa depan yang berkualitas. Bahtiar menyebut, sehebat apapun sistem Pemilu maupun Pilkada yang dibangun, tak akan mampu menghasilkan pemimpin berkualitas, jika sistem parpol yang tidak sehat.

"Bisa dibayangkan parpol ini jika dibiarkan tidak sehat, maka sehebat apapun sistem pemilu, kita tidak bisa berharap banyak pemimpin yang sesuai dengan harapan reformasi," bebernya.

"Saya berpandangan, parpol ini adalah intinya sistem, disinilah semua diproduksi, bayangkan jika parpol mampu melahirkan kepala daerah, pemimpin negara dan anggota legislatif yang hebat, maka kita akan melahirkan pemimpin yang mampu mensejahterakan rakyatnya di segala level pemerintahan," tambahnya.

Diakuinya, salah satu tantangan membangun sistem kepartaian yang sehat, adalah keuangan parpol. Beratnya fungsi yang diemban parpol tak sejalan dengan keuangan yang memadai. Padahal, tak semua partai politik memiliki pendanaan yang cukup. Disatu sisi diketahui, dana parpol berasal dari 3 sumber pendanaan, yakni iuran anggota, sumbangan masyarakat, dan pembiayaan negara, dan tidak diperkenankan mendapatkan sumber pendanaan lainnya seperti kepemilikan badan usaha layaknya di negara lainnya seperti Jerman.

"Hingga hari ini 22 tahun reformasi, alokasi atau bantuan negara untuk parpol hanya Rp 1.000 per suara, maka kehendak kita untuk membangun sistem kepartaian yang sehat tidak kompatibel dengan cita-cita kita bersama, kita biarkan parpol itu sesuai dengan pembiayaannya masing-masing, jadi parpol yang cukup pembiayaannya akan bertahan, dan yang tidak, akan hilang, maka ini tentu tidak sehat dalam masa transisi demokrasi," jelasnya.

Bahtiar menyebut perlu ada dorongan dan kehendak bersama, untuk membuat sistem kepartaian yang sehat. Ia juga menyebut, negara berkewajiban dalam memberikan proteksi atau perlindungan terhadap keberlangsungan hidup partai politik di Indonesia. Salah satunya, melalui alokasi keuangan yang cukup signifikan dalam rangka mendukung fungsi, tugas, dan tanggungjawab partai politik yang sentral dalam kehidupan berdemokrasi.

"Tak ada negara demokrasi yang sehat, tanpa parpol yang sehat, negara Indonesia ini akan maju jika (didukung) parpol yang sehat," tukas Bahtiar.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Wali Kota Tangerang Minta Parpol Bertransformasi pada Era Digital

Wali Kota Tangerang Minta Parpol Bertransformasi pada Era Digital

BANTEN
KPK: Korupsi Bisa Bermula dari Partai Politik

KPK: Korupsi Bisa Bermula dari Partai Politik

NASIONAL
Jabatan Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode Cegah Pimpinan Personalistik

Jabatan Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode Cegah Pimpinan Personalistik

NASIONAL
Komisi II Minta Ketum Parpol Segera Putuskan Konsep RUU Pemilu

Komisi II Minta Ketum Parpol Segera Putuskan Konsep RUU Pemilu

NASIONAL
KPK: Jabatan Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode Usulan dari Kader Partai

KPK: Jabatan Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode Usulan dari Kader Partai

NASIONAL
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Parpol 2 Periode, Ini Alasannya

KPK Usul Masa Jabatan Ketum Parpol 2 Periode, Ini Alasannya

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon